Risma Pastikan Trem Surabaya Tak Sentuh Jalur Hijau

Risma Pastikan Trem Surabaya Tak Sentuh Jalur Hijau

foto: youtube.com

Pengerjaan pelaksanaan pembangunan trem Surabaya sebagai moda transportasi massal yang akan dilaksanakan tahun 2016, tidak akan menggunakan jalur hijau.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Wali Kota Surabaya, tri Rismaharini saat ditemui di Balai Kota, Rabu (15/6/2016). “Pengerjaan tidak akan menggunakan jalur taman yang ada. Nantinya akan dibangun di sisi kanan dan kiri jalur hijau tersebut. Taman itu gak akan dibongkar, wong sudah dikenal dunia,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Peraih Ideal Mother Award 2016 ini menjelaskan, bila kajian dari pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah disahkan menjadi Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi dasar aturan pembangunan trem Surabaya, maka pihaknya langsung mengelolanya.

Jalur trem ini sendiri akan dilakukan sepanjang 17 kilometer yang akan dibangun oleh Pemerintah Pusat lewat Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Begitu jalur selesai dibangun, moda transportasi ini bakal dioperasikan oleh PT KAI.

“Bila Perpres tersebut terbit tahun ini, maka proses konstruksi bisa langsung dijalankan. Rencananya akan selesai tiga tahun dan pembangunan bisa dimulai tahun ini maka mega proyek ini bisa rampung pada tahun 2019 mendatang,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt Kadishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan trem Surabaya akan melintasi kawasan Joyoboyo, jalan Raya Darmo, jalan Urip Sumoharjo, jalan Basuki Rahmat, hingga kawasan Jembatan Merah Plaza (JMP).

“Jalur tanaman yang selama ini dirawat dengan baik oleh Pemkot Surabaya sebisa mungkin akan kami pertahankan,” kata Irvan.

Terminal Joyoboyo akan menjadi lokasi transfer multimoda. Sesuai rencana Wali Kota, di Joyoboyo juga akan dibangun Park and Ride, agar masyarakat penggunan kendaraan pribadi bisa berpindah ke bus kota maupun trem Surabaya di lokasi itu.

“Pembangunan Park and Ride banyak. Mulai depan Joyoboyo sama eks dinas Pariwisata, Pasar Keputran, Ciliwung, Menur, kantor Disperindag dan SD Margorejo I. Aku juga minta di Kertajaya karena Pemkot punya tanah di Kanwil Perbendaharaan di bagian gudangnya. Untuk gedungnya milik mereka,” lanjut Risma.

Rencananya, park and ride ini akan dibangun rata-rata 3 lantai. Namun untuk pembangunan Park and Ride kawasan Joyoboyo akan dibangun 5 atau 6 lantai karena disitu banyak tempat wisata.

“Di Joyoboyo untuk parkir KBS mulai dari bis dan trem Surabaya bawah, lantai 2 untuk monorail, lantai 3 untuk parkir mobil, dan lanta lainnya motor,” beber dia. (wh)