Risma Pantau Unas Serentak di Surabaya

Risma Pantau Unas Serentak di Surabaya
: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf memantau pelaksanaan Ujian Nasional di SMKN 8 Surabaya, Senin (13/4/2015). foto:suarasurabaya

Sedikitnya 36.618 siswa SMA dan SMK di seluruh sekolah Surabaya melakukan Ujian Nasional (Unas) serentak Senin (13/4/2015) pagi. Unas yang diselenggarakan di 54 sekolah tersebut berlangsung tertib hingga pelaksanaan ujian selesai dilakukan.

Di hari pertama pelaksanaan Unas kali ini tidak ada kendala yang berarti. Para siswa terlihat tenang mengerjakan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sementara bagi siswa yang mengerjakan soal dengan metode Cyber Base Test (CBT) juga tidak mengalami kesulitan yang berarti.

Wali Kota, Tri Rismaharini, Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf, dan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya pun melakukan sidak di sejumlah sekolah.

Dalam sidak di SMK Nergeri 8 Surabaya terlihat memantau para siswa yang sedang serius mengerjakan soal Unas yang menggunakan metode Paper Base Test (PBT) sekaligus Cyber Base Test (CBT). Wali kota sarat prestasi ini cukup puas saat melihat pelaksanaan ujian berjalan dengan tertib.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan membeberkan bahwa upaya sidak ini dilakukan oleh Pemkot Surabaya untuk mengantisipasi adanya kekurangan saat pelaksanaan Unas di hari pertama. Karena itu, pihaknya terus memantau dan mengevaluasi agar pelaksanaan Unas berjalan dengan tertib.

“Alhamdulillah, Unas hari ini berjalan dengan tertib dan tidak ada kendala. Tadi saya pantau dari seluruh sekolah yang melaksanakan Unas PBT maupun CBT berjalan lancar. Nah, nanti kita terus pantau lagi,” katanya kepada enciety.co,  Senin(13/4/2015).

Namun sayangnya, saat Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Syaiful Rachman sidak di SMAN 10 Surabaya terlihat ada beberapa siswa yang terlambat masuk sekolah. Ia pun mengaku kecewa dengan adanya insiden tersebut karena dapat mengganggu kosentrasi siswa saat mengerjakan soal ujian.

“Tadi sudah saya minta untuk memperingatkan agar besok tidak lagi (terlambat). Namun untuk hal lainnya saya pantau sudah berjalan dengan lancar dan tertib. Seperti jaringan komputer dan listrik, termasuk genset juga siap digunakan,” tegasnya.

Seperti diketahui, pelaksanaan Unas pada tahun ini dilakukan sebagai bagian alat ukur pendidikan di Indonesia dan sebagai saran untuk masuk ke Perguruan Tinggi. Ini adalah kali pertama Unas tidak sebagai salah satu tolok ukur kelulusan siswa. “Kelulusan siswa 100 persen bergantung prestasi di sekolah,” tambahnya.

Bagi siswa yang melaksanakan ujian berbasis PBT akan melaksanakan ujian selama tiga hari. Sedangkan untuk siswa yang melaksanakan ujian berbasis CBT rencananya hingga enam hari. Ini karena keterbatasan jumlah komputer yang hanya mencapai sepertiga dari total jumlah siswa di seluruh Surabaya. (wh)