Risma Orasi Lingkungan di Rapat Walhi

Risma Orasi Lingkungan di Rapat Walhi

 

Kota Surabaya makin mengukuhkan diri sebagai kota ramah lingkungan. Setelah menjadi tuan rumah Forum 3R (Reduce, Reuse, Recycle) se-Asia Pasifik, Surabaya dianggap sebagai kota yang pro lingkungan.

Selasa (11/3/2014), Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini diundang menjadi pembicara pada Rapat Akbar Walhi di Jakarta. Rapat yang digelar di Tennis Indoor Senayan itu mengambil tema Saatnya Rakyat Memilih Keadilan Ekologis.

Di depan ribuan audiens yang dihadiri oleh budayawan dan pemerhati ingkungan, Risma memaparkan berbagai langkah yang pemkot Surabaya lakukan. “Kami menggerakkan petani kota di kawasan Surabaya Barat. Lalu petani garam kami berdayakan, juga nelayan mangrove,” ujarnya.

Partisipasi publik, menurutnya, adalah kunci kesuksesan gerakan pro lingkungan. Semua pihak digandeng untuk bersama-sama menjadikan Surabaya ramah lingkungan. Risma pun mengungkapkan, partisipasi siswa-siswi sekolah diperlukan. “Kami juga banyak eco-school dengan menggalakkan penambahan lubang resapan biopori di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Tak ketinggalan, masyarakat pun turut turun tangan. Pemkot Surabaya mengajak warga agar mengolah sampah organik dan limbah air di kampung-kampung.

Walhi menggelar rapat akbar kali ini, dengan mengundang ratusan pimpinan kabupaten/kota yang peduli terhadap lingkungan. Walhi juga mengundang budayawan, pemerhati, dan pakar lingkungan, di antaranya yaitu Gubernur DKI Jakarta, Joko  Widodo, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Bima Arya, Emmy Hafild, Berry Nahdian Furqon, Kornelius Purba, Mang Chaerudin, Saldi Isra.

Rapat akbar itu menyuguhkan hiburan musik SID alias Superman is Dead.

Rapat akbar ini merupakan ajang konsolidasi nasional gerakan lingkungan hidup menyongsong tahun politik 2014. Eksekutif Nasional Walhi Ahmad mengatakan, Walhi sebagai satu bagian yang tidak terpisahkan dari gerakan masyarakat sipil, menggelar rapat akbar gerakan lingkungan hidup.  Kegiatan ini untuk menegaskan sikap Walhi terhadap kualitas kepemimpinan nasional yang akan memimpin bangsa Indonesia akan datang.

“Rapat ini merupakan konsolidasi nasional, desiminasi publik dan sebagai wadah penegasan bahwa persoalan lingkungan hidup dan HAM bukanlah mainstream belaka, tetapi masalah bangsa dan soal politik,” terangnya.

Walhii menganggap tahun 2014 harus melahirkan pemimpin yang bersih, memihak perubahan sosial dan rakyat diutamakan. Sudah saatnya gerakan masyarakat sipil, memukul mundur mereka yang masih mencoba berkongsi merampas hak hidup rakyat dengan memilih wakil rakyat yang pro lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat.

“Wakil rakyat haruslah mereka yang siap bekerja. Setiap waktu memikirkan rakyat agar keluar dari krisis.  Pemimpin negeri ini, haruslah mereka yang berani bersikap menjunjung tinggi kepentingan rakyat dan kedaulatan bangsa. Tidak ada lagi ruang dan tempat bagi mereka yang selama ini menjadi pencoleng dan perampok hak rakyat,” tegas Ahmad.(art/wh)