Risma Ngaku Sulit Melipat Kertas DPD

Risma Ngaku Sulit Melipat Kertas DPD

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memenuhi hak pilihnya di pemilu legislatif (Pileg) 2014 di TPS 01 Kelurahan Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung, Rabu (9/4/2014) ini.

Usai mencelupkan jari kelingking kanannya, Risma dikerubuti wartawan untuk dimintai komentar. Ia mengaku kenal semua dengan calon legislatif yang tercantum di lembar pemilihan suara.

“Iya, aku kenal semua. Teman semua, saudara semua,” katanya sambil mengembangkan senyum.

Saat ditanya soal pilihannya, ia menyatakan bahwa itu rahasia. “Mosok yo tak dudohi nang awakmu, Rek (masak saya kasih tahu ke kalian, Red),” cetusnya.

Risma mengaku sedikit kesulitan saat mencoblos. Terutama pada bagian melipat kertas surat suara pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) berwarna merah. “Yang susah ngelipetnya itu tadi kertas pemilihan DPD. Aku meerasa itu kebesaran. Mungkin karena ada gambarnya dan kayaknya kertasnya agak tebal,” ungkapnya. Sementara dari segi tulisan dan fotonya jelas, lanjut Risma, tak ada masalah.

Perempuan nomor satu di Surabaya itu juga menggelengkan kepala sewaktu ditanya tanggapannya mengenai perolehan suara PDI Perjuangan, partai pengusungnya. “Itu mustinya ditanyakan ke ketua partai. Saya sekarang pemimpin negara. Ndak boleh ngomong itu,” tuturnya. Ia tak mau berandai-andai apakah perolehan suara PDI P tinggi. Sebab, kapasitasnya sebagai pemimpin negara tak membolehkannya berkomentar soal partai. “Itu aturannya,” cetusnya.

Selanjutnya, Risma berharap warga Surabaya fair menerima putusan perolehan suara pileg kali ini. “Apapun yang terjadi, itulah pilihan warga Surabaya. Jadi kita semua harus menerima. Saya yakin warga Surabaya sudah mengerti,” imbaunya.

Ia pun mengajak warga untuk kembali beraktivitas seperti biasa usai pileg. “Setelah selesai, saya harap kita tidak perlu ada pertengkaran, tidak ada pertikaian, dan kembali bekerja. Karena suasana di tingkat nasional/internasional menuntut kita untuk lebih bekerja keras lagi,” pungkasnya.(wh)