Risma : MRT Dibangun Agar Warga Kota Tidak Stress

 

Risma : MRT Dibangun Agar Warga Kota Tidak Stress

Bukan tanpa alasan bila Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ngotot mewujudkan megaproyek Mass Rapid Transit (MRT) atau Angkutan Massal Cepat. Perempuan nomor satu di Kota Pahlawan itu memimpikan Surabaya bisa memiliki transportasi massal yang efisien.

“Kalau transportasi bisa efisien, maka seluruh pengelolaan kota akan efisien,” cetus dia di Surabaya, Selasa (22/4/2014).

Ia menggambarkan, bila kendaraan pribadi bisa dikurangi dengan mengajak masyarakat naik MRT, angkutan barang bisa lancar. “Kalau angkutan barang lancar, maka cost operational nanti jadi turun. Kenapa kota itu harus efektif. Karena itu jadi efisien,” tandasnya.

Di samping menilik pengaruhnya terhadap pengelolaan kota, Risma tak ingin warga kotanya stress. “Intinya supaya warga ndak stress. Karena dengan MRT, kota jadi tidak macet dan itu membuat orang lebih produktif. Kan biasanya pekerjaan di kota itu berupa jasa, dagang, yang hampir seluruhnya pakai otak,” ungkapnya. Ia yakin, stress warga perkotaan disebabkan keadaan lalu lintas yang tidak tertata baik.

Kepala Bina Program Surabaya Dedi Irianto menambahkan, pihaknya tinggal menunggu perkembangan dari Bappenas. “Kita tunggu, Bappenas mau bantu anggarannya melalui dana sektoral melalui Kementerian Perhubungan. Untuk tindak lanjutnya kita akan terus komunikasi intens ke sana,” ujarnya.

Sambil menunggu pembiayaan MRT dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemkot berupaya melengkapi beberapa syarat demi kelancaran pencairan anggaran.

“Yang pasti, syarat-syarat, surat, dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan oleh Kemenhub sudah dilengkapi pemkot. Nanti yang melakukan lelang mereka. Kita tinggal terima saja,” kata Dedi.

Dedi menyebutkan, setidaknya ada beberapa syarat dokumen yang harus disertakan. Yakni, Detail Engineering Design(DED), analisis dampak lingkungan dan lalu lintas (amdalalin), dan trase (sumbu jalan berupa garis-garis lurus saling berhubungan yang terdapat pada peta topografi suatu perencanaan jalan baru).

Konsep desain trem dan monorail bakal tetap menyesuaikan dengan rancangan pemkot Surabaya. Proyek MRT yang menelan biaya Rp 8,8 triliun tersebut diproyeksikan dimulai tahun 2015. “Tahun 2015 mulai, perkiraan 2,5 hingga 3 tahun sudah selesai,” paparnya.(wh)