Risma Minta Koperasi Surabaya Kreatif

Risma Minta Koperasi Surabaya Kreatif
Wali Kota Surabaya meresmikan sentra wisata kuliner Dukuh Menanggal, Jambangan, dan RMI. foto:humas pemkot surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan bahwa koperasi Surabaya harus makin kreatif. Ini lantaran tantangan ke depan menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang.

“Koperasi harus bisa jadi tulang punggung perekonomian Indonesia, terutama Surabaya. Itu mutlak agar sekali lagi, kesenjangan tidak terus melebar dan kemudian kesejahteraan secara adil dapat dinikmati oleh seluruh rakyat,” kata Risma saat melakukan dialog interaktif bersama warga di Sentra Ikan Bulak (SIB), Minggu (7/9/2014).

Karena itu, menurut Risma, keberadaan koperasi sangat membawa manfaat bersama. Pihaknya juga akan terus mendorongdan mengembangkan koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pahlawan.

“Dialog ini kita lakasanakan untuk mengetahui persiapan koperasi yang ada di Surabaya. Selain itu hari ini kita meresmikan sentra wisata kuliner Dukuh Menanggal, Jambangan, dan RMI,” kata perempuan 53 tahun itu.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Hadi Mulyono menjelaskan pertumbuhan koperasi di Kota Pahlawan cukup menggembirakan.

Jika dihitung rata pertumbuhan koperasi dari tahun 2011-2014 kenaikannya sebesar 2,3 persen per tahunnya. Tahun 2013, jumlah koperasi sekitar 1.516 unit, sedangkan tahun 2014 sampai bulan Juli 2016 unit koperasi.

“Jika dilihat dari jumlah peningkatan koperasi di Surabaya menandakan koperasi dibentuk bukanm atas keinginan masyarakat. Melainkan koperasi sekarang sudah menjadi kebutuhan dengan pesatnya pertumbuhan penduduk. Pengurus dan penggerak koperasi harus bangga,” tuturnya.

Hadi menambahkan, pihaknya sudah melakukan bimbingan ke semua koperasi. Mulai dari memperkuat pengelolaan simpan pinjam sampai dengan sertifikasi kompetensi nasional pengurus koperasi.

“Jadi, nantinya pengurus koperasi yang memiliki sertifikasi ini bisa bekerja di koperasi yang berada di Malaysia, Singapura, dan lainnya. Sekitar kurang lebih 1..200 pengurus koperasi di Surabaya yang memiliki sertifikasi tersebut,” jelasnya. (wh)