Risma: Mini Market Surabaya Dilarang Jual Miras

Risma: Mini Market Surabaya Dilarang Jual Miras

Pemkot Surabaya akan terus mengawal perumusan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) minuman keras (miras) di DPRD Surabaya. Hal itu ditegaskan Wali Kota Tri Rismaharini di Balai Kota, Selasa (25/3/2014).

Meski mengaku sempat dikomplain, Risma menyatakan jalan terus memerangi peredaran minuman keras. “Aku memang sempat dikomplain sama asosiasi pedagang bir. Tapi kalau sampai beredar di toko-toko kecil, aku kan ya takut,” cetusnya.

Peredaran minuman keras di Surabaya kini seolah tak terbendung. Miras mudah ditemui di toko-toko modern dan mini market. Untuk itu, Risma hanya akan mengizinkan miras dijual di toko-toko besar yang memiliki izin.

“Mini market nggak boleh jualan. Cuma toko-toko besar yang khusus jual miras yang boleh,” tandasnya. Rinciannya, hanya toko berizin khusus, hotel bintang tiga, empat, lima, dan restoran saja.

Risma mengungkapkan, pihaknya mendukung penuh raperda tersebut karena ingin meminimalisir dampak miras di Surabaya. “Korbannya itu anak-anak dan pelajar,” ujarnya.

Selain itu, dengan raperda, ia berharap peredaran miras bisa lebih terkontrol. “Kalau dijual di toko-toko khusus miras, aku bisa kontrol Tapi kalau sampai toko kecil kan aku kesulitan mengontrolnya,” kata Risma. Ia tak khawatir jika sampai mempengaruhi kunjungan wisatawan. “Kalau wisatawan kan pasti nyari di hotel dan restoran. Untuk dua itu asalkan punya izin, boleh,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Komisi B  Bidang Perekonomian DPRD Surabaya tengah membahas raperda mengenai larangan penjualan miras secara bebas di toko-toko modern.(wh)