Risma : Liponsos Surabaya Overload

Risma : Liponsos Surabaya Overload

 

Langkah Pemkot Surabaya memulangkan 52 gelandangan dan pengemis (gepeng) alias Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), bukan tanpa pertimbangan. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Liponsos Keputih kini mengalami kelebihan beban penghuni.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, jumlah penghuni Liponsos Keputih kini mencapai 1.204 orang. Padahal, kapasitas normalnya hanya 400 orang.

“Sebetulnya kan kita sudah overload. Tapi masak saya tega membiarkan mereka ada di jalanan dan makan dari sampah-sampah. Makanya itu kita rawat. Kalau belum sembuh saya kan ndak boleh memaksa mereka pulang, kan ndak benar. Jadi yang dipulangkan, ya yang sembuh saja,” tutur Risma di Balai Kota, Kamis (3/4/2014).

Maka, seiring pemulangan ke-52 PMKS tersebut, Risma juga menghubungi pemerintah daerah asalnya. “Kita kontak dinas sosial sana dan membuat surat pengantar ke masing-masing kepala daerah. Kita sampaikan ke pemerintah provinsi juga untuk laporannya. Supaya mereka dibantu saat mereka kembali,” urainya.

Risma meminta agar surat yang dikirimkan Pemkot Surabaya mendapat tindak lanjut bupati/wali kota asal PMKS itu. Untuk selanjutnya, kata Risma, diserahkan ke lurah dan kepala desanya.

“Saya berharap semua daerah punya kepedulian. Saya mohon mereka dibimbing terus sampai mereka mandiri betul. Kami sudah menyembuhkan, kan nggak bisa dibebankan terus ke kami. Mereka kan juga warga, jangan milih yang waras thok,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Supomo mengatakan, Pemkot Surabaya selama ini sudah berbaik hati. Karena meskipun para PMKS tersebut bukan warga Surabaya, mereka tetap dirawat di Liponsos Keputih. “Pemkot tidak mau menelantarkan orang meski mereka ini bukan asli Surabaya,” ujar Supomo.

Lima puluh dua PMKS yang dipulangkan berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Antara lain Gresik, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Mojokerto, Tulungagung, Kediri, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Madiun, Ngawi, Malang, Blitar, Banyuwangi. Serta Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan.(wh)