Risma: Lebih Baik Kurangi DAK daripada DAU

Risma: Lebih Baik Kurangi DAK daripada DAU

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan keterangan pers di Graha Sawunggaling, Rabu (24/8/2016). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mengeluarkan peraturan bernomor 125/PMK.07/2016 tentang Penundaan Penyaluran Sebagian Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2016, tertanggal 16 Agustus 2016 untuk 19 kabupaten dan kota, ditanggapi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Menurut Wali Kota Risma , dirinya bingung apabila DAU Kota Surabaya sebesar Rp 55,830 miliar termasuk ditunda. “Saya bingung bila DAU Kota Surabaya dikurangi. Sebab, 100 persen DAU itu digunakan untuk gaji pegawai dan PNS Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Mending Dana Alokasi Khusus (DAK) saja yang dikurangi daripada DAU,” kata Risma usai acara akseliterasi di Graha Sawunggaling Pemkot Surabaya, Rabu, (24/08/2016).

Wali Kota Risma mengaku tidak bisa membayangkan apabila DAU itu dikurangi. Sebab menurutnya, DAU itu semuanya full dibuat untuk gaji, sehingga dia merasa keberatan dengan kondisi tersebut. “Masak gaji pegawai negeri kami dikurangi? Kalau gak salah gaji PNS itu Rp 1,3 miliar,” ujarnya.

Meski begitu, Risma mengaku sebenarnya Kota Surabaya sendiri tersedia uang, hanya saja sudah ada alokasinya untuk digunakan ke berbagai proyek yang direncanakan Pemerintah Kota Surabaya. “Nanti kami lihat sejauh mana lah kekuatan kita,” cetusnya.