Risma: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Berhenti Membangun

Risma: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Berhenti Membangun
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengakui keterbatasan anggaran di tubuh Pemerintah Kota Surabaya bukan jadi kendala baginya untuk terus membangun Surabaya lebih baik. Ini ditegaskannya di sela-sela menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (16/10/2014).

Menurut Risma, selama empat tahun bekerja menjadi Wali Kota banyak kendala yang harus di hadapinya. Satu di antaranya saat melakukan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang membutuhkan anggaran tidak sedikit.

“Strateginya harus memahami apa yang dibutuhkan para PKLnya terlebih dulu. Artinya, sebelum membangun sentra PKL, harus ada kajian di tiap wilayah. Jika kebutuhan PKL sudah terpenuhi maka dengan sendirinya mereka (PKL) akan mau ditata,” jelasnya.

Alumnus ITS ini juga menyinggung soal keterbatasan APBD dalam hal pengelolaan lingkungan. Menurut dia, anggaran tidak bisa dijadikan alasan bagi suatu daerah untuk berhenti membangun.

Risma mencontohkan, saat dirinya menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya, dia dihadapkan dengan problem pelik. Yakni, harus membangun sebelas taman di tempat eks-SPBU dengan anggaran hanya Rp 400 miliar saja.

“Padahal, berdasar itung-itungan saat itu, nominal tersebut hanya cukup untuk menguruk bekas tangki penyimpanan bensin eks-SPBU untuk satu taman saja. Sementara, Pemkot harus membangun sebelas taman,” akunya.

Tidak habis akal, ibu dua anak itu akhirnya melakukan kerjasama tim dan kerja keras. Dia menceritakan saat itu tiba-tiba muncul ide tangki eks-SPBU ditimbun dengan tinja dari intalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) Keputih.

“Artinya, Selama kita mau bekerja keras dan kreatif menyelesaikan suatu masalah, maka keterbatasan anggaran sejatinya bisa diatasi,” tandasnya.

Dengan cara seperti itu menurut Risma pembangunan taman yang dilakukannya sejak menjabat sebagai Kepala DKP Surabaya terbukti. Saat ini hampir di seluruh jalan Surabaya terdapat taman. Bahkan berbagai bunga warna-warni pun menghiasi sejumlah jalan protokol Surabaya seperti yang terlihat di jalan Urip Sumoharjo, Raya Darmo, hingga Ahmad Yani. (wh)