Risma Yakin Keragaman Bangsa jadi Modal Industri Kreatif

Risma Yakin Keragaman Bangsa jadi Modal Industri Kreatif

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri acara Popcon Surabaya 2016 di Eks Gedung Siola, Sabtu (4/6/2016), foto: arya wiraraja/enciety.co

Industri kretif menjadi peluang besar untuk meraih kesuksesan. Banyak keragaman yang dimiliki bangsa ini yang bisa dijadikan pilihan untuk dikembangkan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya ketika membuka acara Popcon 2016 di Eks Gedung Siola, Jalan Tunjungan Surabaya, Sabtu (4/6/2016).

“Semuanya sangat terbuka jika kita mau menggali dan mengeksplorasi keragaman bangsa ini,” katanya.

Kata Risma, untuk bersaing di era kreatif kita harus menjadi orang yang lebih kreatif. “Khususnya para pemuda Kota Surabaya, kita harus mampu menjadi lebih terampil dan pintar dalam melihat peluang. Kalau tidak. kita akan tertinggal dari yang lain,” terang salah satu wali kota terbaik dunia itu.

Risma juga mengatakan, dengan semakin berkembangnya informasi dan teknologi, kaum muda dihadapkan dengan persaingan global. Yang perlu dicermati kita harus tahu dan mengerti akan jati diri kita dengan tetap menjaga budaya bangsa.

Risma berharap, dengan digelarnya Popcon Surabaya 2016 ini, anak-anak muda bisa menunjukkan kreativitasnya dengan menciptakan karya-karya yang dapat berguna bagi masyarakat. “anak muda juga dapat menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa lewat menciptakan karya,” tutur Risma, lalu disambut tepuk tangan meriah pengunjung yang hadir.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu menyebutkan salah satunya komik. Anak-anak muda dapat mengangkat budaya kita kedalam karya tersebut. “Cerita-cerita kepahlawan di negeri kita tidak kalah hebat dengan negeri-negeri yang lain,” papar dia.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengapresiasi karya-karya anak muda yang dipamerkan dalam acara Popcon 2016. “Saya sangat senang dengan apa yang dilakukan oleh anak muda saat ini. Terlihat, kebanyakan karya-karya mereka kali ini mengusung tema budaya. Contohnya, kaus bergambar wayang yang telah dimodivikasi sehingga terlihat apik,” tandas Risma.

Setelah merampungkan sambutannya, Risma lantas menyempatkan diri untuk meninjau puluhan stan pameran para pemuda pelaku usaha kreatif yang berasal dari seluruh Indonesia. (wh)