Risma Kenalkan Penghuni Liponsos yang Kini jadi Pelaku UKM

Risma Kenalkan Penghuni Liponsos yang Kini jadi Pelaku UKM
Wali Kota Tri Rismaharini (kanan) memperkenalkan Suhermin eks penghuni Liponsos yang kini jadi pelaku UKM di Surabaya.arya wiraraja/enciety.co

Road Show Pahlawan Ekonomi 2015 di Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, Sabtu (4/7/2015), kedatangan tamu spesial. Pasalnya, acara yang dihelat periodik tersebut selain dihadiri puluhan pelaku usaha kecil menengah (UKM) Suhermin, salah satu eks penghuni lingkungan pondok sosial (Liposos).

Suhermin adalah gadis 16 tahun asal Jombang. Beberapa tahun lalu, ia ditemukan pihak Liponsos Surabaya di pinggiran jalan Kota Surabaya. Saat ini, Suhermin sepenuhnya telah dinyatakan sembuh oleh Tim Ahli Kejiwaan Liposos.

“Ketika teman-teman Liposos menemukannya, mohon maaf, kondisinya saat itu memang kurang waras. Dia ditemukan tanpa memakai busana dan sulit diajak berinteraksi,” terang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika memperkenalkan Suhermin saat Road Show Pahlawan Ekonomi 2015 di Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, Sabtu (4/7/2015).

Risma menjelaskan, Suhermin saat ini telah sembuh, namun keluarganya di Jombang belum bisa menerimanya kembali. “Kami tidak dapat menjelaskan terlalu jauh. Yang pasti, saat ini Suhermin dapat membatu teman-temannya di Liposos Surabaya dengan menjadi mentor pembuatan handycraft, selain itu Suhermin sudah dapat menghasilkan uang dengan berjualan hasil dari kreativitas tangannya itu,” terang wali kota perempuan pertama di Surabaya itu, bangga.

Sementara itu, Suhermin menyatakan jika dirinya dapat menghasilkan uang Rp 500 ribu setiap bulan dari hasil berjualan handycraft. “Dari berjualan keset dan serbet makan saat ini saya memiliki tabungan sebesar enam belas juta di bank,” terangnya.

Suhermin mengungkapkan jika satu keset yang dia hasilkan itu dapat dijual seharga Rp 50 ribu. “Untuk membuat satu keset kira-kira saya membeli bahan jarum, benang, dan lain-lain sebesar Rp 5 ribu,” paparnya.

Suhermin ingin teman-temannya dapat mengikuti jejaknya menjadi pelaku UKM. “Saya ingin mengajarkan membuat keset kepada teman–teman yang ada di panti (Liposos, Red),” ucap dia.

Risma lalu menjelaskan, Pemkot Surabaya sampai sekarang serius ingin membina para gelandangan, pengemis, anak jalanan, dan orang gila di Surabaya .

“Saya hanya ingin membuktikan bahwa mereka bukan sampah. Mereka juga manusia yang butuh dimengerti dan disayangi. Buktinya mereka bisa diubah. Saat ini, tergantung kita, mau atau tidak untuk berusaha memahami mereka,” ujar Risma.

Ia menambahkan, Liposos bukan hanya tempat penampungan bagi mereka yang terpinggirkan. “Di dalam Liposos, selain untuk menyembuhkan mereka, kami juga ingin mengubah mereka menjadi orang yang lebih berguna. Salah satunya dengan memberi pelatihan-pelatihan handycraft dan lain sebagainya,” papar dia. (wh)