Risma Keliling Sekolah Ngajar Wawasan Kebangsaan

Risma Keliling Sekolah Ngajar Beri Wawasan Kebangsaan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat mengawali agenda Sekolah Kebangsaan sebagai bagian dari agenda perayaan peringatan Hari Pahlawan bulan November di Gedung Negara Indonesia, beberapa waktu lalu.

Sebagai bagian dari peringatan peristiwa pertempuran 10 November, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dijadwalkan akan keliling untuk memberikan motivasi sekolah kebangsaan selama satu bulan kepada para siswa siswi dari berbagai sekolah di Surabaya.

Ini dikatakan oleh Kepala Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Muhammad Fikser bahwa Wali Kota sedikitnya akan mengisi agenda Sekolah Kebangsaan sejak 1 November lalu hingga 23 November mendatang.

“Kemarin Sabtu (1/11/2014) lalu, Bu Wali Kota sudah mengawalinya di Gedung Nasional Indonesia (GNI),” terangnya, Senin (3/11/2014).

Dalam acara tersebut, Fikser menceritakan Sebelum dilaksanakannya Sekolah Kebangsaan, paginya sekitar pukul 07.00 wib dilakukan kegiatan Heroic Track, yang diikuti kurang lebih 200 siswa. Tempat-tempat yang dikunjungi adalah balai kota, Taman Makam Pahlawan (TMP) Surabaya, GNI, rumah HoS Tjokroaminoto, dan Hotel Majapahit.

“Melalui kegiatan ini kita ingin mengajak siswa Surabaya untuk bisa menghargai jasa-jasa para pahlawan yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk merebut kemerdekaan. Juga mengetahui tempat-tempat bersejarah di Surabaya yang menjadi saksi bisu pertempuran kala itu,” terangnya menirukan Risma.

Intinya dalam setiap sekolah kebangsaan tersebut, Risma akan menekankan akan pentingnya sejarah. Bahkan Risma mengingatkan sebagai generasi penerus bangsa sejarah hendaknya dipelihara dengan berbagai kegiatan positif.

Fikser membeberkan bahwa Risma akan mengawal agenda sekolah kebangsaan sebagai bagian dari perayaan peringatan Hari Pahlawan hingga akhir bulan November. Risma bakal menghadiri sedikitnya sepuluh kali sekolah kebangsaan yang dilakukan di berbagai sekolah di Surabaya.

Di antaranya, di SMU Santa Maria, SMA Santo Luis, Rumah HoS Cokroaminoto, Kantor PCNU Museum Revolusi, RUmah Lahir Soekarno, Kantor Pos Kebon Rojo, Sekolah Don Bosco, Rumah WR Supratman, dan SMAN 2 Surabaya. “Dalam rangkaian agenda ini, para siswa juga diimbau untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015,” imbuh Fikser.

Sementara itu, dukungan penuh untuk menyemarakkan rangkaian agenda Sekolah Kebangsaan juga dilakukan berbagai elemen masyarakat. Satu di antaranya yakni para veteran Surabaya yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Menurut Ketua LVRI Surabaya, Hartoyik terkesan dengan agenda Pemkot Surabaya untuk mengajari siswa akan pentingnya sejarah. Diakuinya sekolah kebangsaan hanya ada di Kota Surabaya. Melalui sekolah ini bisa dijadikan bekal siswa agar tidak takut menghadapi tantangan kedepan.

“Karena kedepan merekalah yang akan membawa bangsa ini menuju kearah lebih baik atau tidak. Untuk itu, rasa cinta kepada bangsa dan pahlawannya harus ditumbuk mulai sekarang. Saya sebagai pejuang sangat mendukung dilaksanakannya sekolah kebangsaan. Seperti apa yang disampaikan ibu Wali kota, anak Surabaya tidak boleh takut menghadapi apapun dan tidak boleh minder,” kesannya. (wh)