Risma: Jangan Lagi Kita Mau Dijajah

Risma: Jangan Lagi Kita Mau Dijajah

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat memberikan penghargaan kepada jurnalis dalam acara Launching Pahlawan Ekonomi 2017 di Kaza City, Sabtu (31/12/2016). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Walikota Surabaya Tri Rismaharini memuji dan memberi apresiasi kepada para pegiat  Pahlawan Ekonomi.  Pujian ini disampaikan Risma saat secara resmi me-launching program Pahlawan Ekonomi  2017 di Kaza City, Sabtu (31/12/2016).

“Pahlawan Ekonomi ini, salah satu ikhtiar kita  agar jangan lagi dijajah,” tandasnya disambut tepuk tangan undangan.  Program Pahlawan Ekonomi 2017 diikuti sebanyak 1.500  peserta.

Dikatakan Risma,   jangan harap penjajahan yang telah memberikan luka dalam pada republik di masa lalu tak lagi terjadi. Hanya saja, bedanya kali ini dalam bentuk penjajahan baru.

“Kalau dulu penjajahan fisik, ke depan jika kita tidak siap bukan tak mungkin dijajah secara ekonomi,” ingatnya.

Mimpi buruk itu bisa saja akan terjadi di Surabaya. Warga kota hanya menjadi penonton di rumah sendiri. “Itu  jika kita tidak mampu mengantisipasi. Meningkatkan keahlian dan kompetensi. Jangan mau kalah dengan pemain-pemain luar yang saat ini terus berdatangan,” tegasnya.

Lewat Pahlawan Ekonomi ini, ingat Risma, adalah ikhtiar untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Mampu dan mandiri secara ekonomi.

“Biar kita nggak seperti pepatah itik mati di lumbung padi. Kenapa? Karena kita nggak berbuat apa-apa. Hanya berpangku tangan dan nyaman jadi penonton,” ingat Risma.

Surabaya, lanjut Risma, merupakan pasar yang sangat menggiurkan bagi kegiatan ekonomi.  Jumlah penduduk  Surabaya tercatat sebanyak 3,2 juta orang.  Siang hari, jumlahnya bisa naik dua kali lipat.

“Ini kan potensi pasar  yang luar biasa.  Jual apapun, peluang lakunya pasti lebih besar. Bandingkan dengan Kota Penang di Malaysia yang hanya punya penduduk 300 ribu. Itukan seperti penduduk Kecamatan Tambaksari,” tegasnya.

“Ayo, sekarang terserah ibu ibu semua. Mau dijajah atau kita halau mereka dengan kekuatan ekonomi kita,” pungkasnya. (ram)