Risma Jamu 26 Gubernur Bank Central di Balai Kota

Risma Jamu 26 Gubernur Bank Central di Balai Kota
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menyambut kedatangan delegasi Gubernur Bank Central di Balai Kota Surabaya dan memberikan cinderamata, Kamis (6/11/2014).

Kedatangan 26 delegasi gubernur bank sentral dari berbagai negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Balai Kota Surabaya mendapat sambutan hangat dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Dalam pertemuan pada Kamis (6/11/2014) siang itu, Risma membeberkan bahwa 85 persen penduduknya mayoritas muslim.

Dalam sambutan hangatnya, Risma menekankan bahwa saat ini Surabaya mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat. Bahkan katanya, pertumbuhan ini mengalahkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Di Surabaya pertumbuhannya di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan catatan ini sebagai kota perdagangan dan jasa, Surabaya tumbuh jauh melebih kota-kota lain di Indonesia,” beber Risma kepada 26 negara dari 57 negara anggota OKI.

Terlebih Surabaya mempunyai banyak potensi dan sejarah peradaban islam yang besar. Di antaranya keberadaan sunan ampel dan peran Laksamana Chengho dalam membangun Surabaya.

“Masjid-masjid di Surabaya juga menjadi heritage bagi wisatawan. Sedangkan makam Sunan Ampel di setiap harinya dikunjungi sedikitnya 100 ribu orang,” terangnya.

Untuk itu Risma menawarkan agar para delegasi berkunjung ke obyek-obyek wisata di Surabaya. “Pada Minggu, (9/11/2014) mendatang kami juga mengadakan kegiatan memperingati Hari Pahlawan dengan jalan-jalan bersama para pejuang. Silahkan ikut bersama kami,” tawarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Grup Kerjasama dan Studi Multilateral Direktorat Internasional Bank Indonesia, Erwin Haryono menjelaskan kedatangannya ke Balai Kota Surabaya ini dimaksudkan sebagai upaya untuk melakukan percepatan ekonomi syariah.

“Ada 57 negara anggota OKI. Namun yang hadir hanya 26 delegasi saja. Selain itu kami juga membahas masalah zakat dan potensi monter yang kuat. Ini karena banyak lembaga zakat di indonesia yang terbentur kredibilitas di mata publik,” tambahnya.

Delegasi dari negara-negara OKI yang hadir tersebut di antaranya dari Aljazair, Bangladesh, Mesir, Iran, Irak, Yordania, Kazakhstan, Libya, Malaysia, Maladewa, Maroko, Oman, Pakistan, Palestina, Qatar, Saudi Arabia, Sierra Leone, Somalia, Suriname, Thailand, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Yaman, dan Afrika Barat. (wh)