Risma Jadi Pembicara Bareng SBY di Prancis

Risma Jadi Pembicara Bareng SBY di Prancis
Tri Rismaharini saat peresmian sentra PKL Merr Surabaya

Wali  Kota Surabaya Tri Rismaharini bakal menjadi pembicara dalam seminar yang digelar Organization for Economic Cooperation   and   Development (OECD) di Paris, Prancis, Selasa (2/6/2015)

Risma akan bicara di depan puluhan wakil negara maju. Itu adalah organisasi untuk kerja sama  dan  pembangunan  ekonomi yang beranggota negara negara maju.

Yang  membanggakan,  Risma menjadi  satu-satunya  perwakilan wali  kota  dari  Indonesia.  ”Dari Indonesia ada dua, saya dan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Saya akan bicara dua sesi di sana,” tutur Risma di Surabaya, Minggu (31/5/2015).

Risma semestinya mengisi tiga sesi. Tetapi, atas permintaannya, dia hanya akan mengisi dua sesi. Dalam dua sesi itu, alumnus ITS tersebut akan bicara tentang monorel dan urban aid.

Dia akan banyak bicara tentang cara sebuah kota mempertahankan lingkungannya di tengah tantangan urbanisasi, global warming, dan dampak-dampak perkembangan teknologi.

Pada sesi kedua, wali kota perempuan pertama Kota Pahlawan tersebut akan menyampaikan topik tentang cities and water.

Dia akan menceritakan cara Surabaya bertahan dan memperbaiki kota di tengah dampak banjir serta permasalahan yang menyangkut air dan sanitasi.

”Pak SBY dijadwalkan datang pada pembukaan 2 Juni pukul 12.00 waktu setempat. Nah, saya presentasi di sesi pukul 14.00 dan 16.00,” terang Risma.

Ibu dua anak tersebut membenarkan bahwa seharusnya dirinya dijadwalkan untuk presentasi di sesi ketiga tentang urban  heritage.  Dia  memilih  tidak mengambil  sesi  ketiga  karena  ingin bertemu  dengan  para  ahli  di  Paris untuk   belajar   tentang   MRT.

Itu berkaitan dengan rencana Surabaya mewujudkan angkutan masal cepat, trem dan monorel. Sehubungan dengan Surabaya yang semakin memantapkan langkah go international, Risma menuturkan bahwa berbicara di luar negeri adalah kesempatan yang istimewa.

Dengan begitu, Surabaya dikenal di dunia internasional. ”Sekarang orang luar negeri, kalau saya sebut Surabaya, sudah tahu Surabaya yang mana,” ujarnya.

Risma  pun  mengungkapkan  tidak ingin warga Surabaya hanya jadi penonton di kota sendiri. ”Terutama menjelang era MEA, warga Surabaya harus bisa jadi tuan dan nyonya di kotanya sendiri,” tegasnya. (jpnn/wh)