Risma: Jabatan Itu Harus Turun dari Tuhan

Risma : Jabatan Itu Harus Turun dari Tuhan
Tri Rismaharini saat menghadiri acara Pahlawan Ekonomi Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan emoh menjadi calon presiden (capres). Ini menyusul banyak survei yang menyebutkan namanya sebagai calon presiden alternatif terkuat untuk Pemilu 2014.

Ditemui di Balai Kota Surabaya, perempuan nomor satu di Kota Pahlawan itu mengatakan jabatan adalah amanah. “Saya tidak akan pernah tertarik (dengan jabatan presiden, Red) karena jabatan itu harus benar-benar turun dari Tuhan,” ujarnya, Senin (30/12/2013).

Di samping ketidaktertarikannya, Risma memandang tak mudah mengemban tugas sebagai pemimpin. “Tugas pemimpin itu sangat berat. Saya sangat tahu dan paham betapa beratnya jadi pemimpin daerah. Apalagi pemimpin sebesar Indonesia,” katanya.

Risma mengungkapkan, ia juga masih terikat kontrak dengan warga Surabaya. Menurutnya, warga Surabaya sudah mempercayainya jadi pemimpin. Saya ingin memegang teguh amanah tersebut sampai tuntas tahun 2015.

“Lagipula ya, saya ini nggak punya uang. Kalau mau pergi ke Papua kan, saya nggak bisa naik Innova saya,” cetusnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi calon presiden (capres) alternatif terkuat untuk pemilu 2014 versi Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI).

Dalam survei UI itu, muncul nama lima tokoh. Selain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, juga ada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama, Akademisi Anies Baswedan dan pengusaha ternama Chairul Tanjung.

“Kendati belum ada partai yang mengusung, mereka diyakini sanggup menandingi elektabilitas Joko Widodo, yang selama ini selalu di urutan teratas sejumlah survey,” jelas Ketua Laboratorium Psikologi Politik UI, Hamdi Muluk, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (29/12/2013).(wh)