Risma Pertimbangkan Jabatan Direktur Operasional KBS

Risma Pertimbangkan Jabatan Direktur Operasional KBS

Ribuan satwa liar Kebun Binatang Surabaya (KBS) tentu memerlukan sentuhan perawatan khusus. Tak terkecuali dokter hewan. Namun kini, salah satu yang menjadi sorotan adalah posisi Direktur Operasional, drh Liang Kaspe yang telah berusia 59 tahun. Padahal ketentuan perda, batas usia kerja pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah 56 tahun.

Meski beberapa karyawan dan direksinya terbentur Perda PD Taman Satwa KBS soal usia pensiun tersebut, Wali Kota Tri Rismaharini menyatakan tak ingin gegabah.

“Ya, makanya itu, dia (drh Liang Kaspe) aku pakai Plt (pelaksana tugas). Aku menunggu kondisi (KBS) sudah bagus,” kata Risma usai ditemui di lantai 6 Gedung Sawunggaling, Surabaya, Kamis (6/2/2014).

Bagi Risma, mencari penggantinya bukan pekerjaan mudah. Ia mensyaratkan, pegawai pengganti harus memiliki komitmen sama. “Kalau ada yang punya komitmen yang minimal sama. Tapi kalau bisa yang lebih baik lagi. Yang berat itu mencari pegawai yang benar-benar bisa memahami bagaimana merawat binatang,” ujarnya.

Kendati misalnya telah mendapat calon pengganti dokter hewan, Risma juga akan melakukan tes kemampuan. “Nanti dites lagi. Aku nggak bisa seenaknya sendiri,” tutur Risma.

Direktur Operasional KBS drh Liang Kaspe mengungkapkan, usia seharusnya bukan menjadi patokan kelayakan seorang dokter mengurus kebun binatang. Pengalaman menangani satwa liar lebih layak dijadikan pertimbangan.

“Yang senior saja kalau belum pengalaman merawat satwa liar, nggak bisa dianggap layak, lho. Apalagi dokter hewan yang masih yunior,” ujarnya saat dihubungi enciety.co.

Saat ini, 3.459 ekor satwa KBS di bawah penanganan 5 dokter hewan, termasuk drh Liang Kaspe selaku direktur operasional. Menurut Liang, keadaan tersebut belum dipandang mendesak untuk menambah dokter hewan. Empat dokter hewan lulusan Unair dan seorang lulusan Universitas Gadjah Mada dipandangnya sudah senior dan masih mumpuni. “Lima dokter masih cukup,” tukasnya.(wh)