Risma Imbau Anak-Anak Tidak jadi Budak Teknologi

Risma Imbau Anak-Anak Tidak jadi Budak Teknologi

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri Bimbingan Teknis Literasi TIK Bagi Anak dan Remaja di Hotel Garden Palace, Rabu (20/4/2016).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberi perhatian besar terhadap perkembangan dunia digital. Pasalnya, di ranah itu tidak selalu memberikan informasi yang baik, tapi juga informasi yang tidak baik. Jika salah memfungsikan akan berakibat fatal. Salah satu contohnya gambar porno yang beredar luas di dunia maya.

“Kalian tidak boleh melihat gambar porno, karena saraf antara mata dengan otak bisa pecah sarafnya. Karena belum waktunya bukan hanya aurat, tapi merusak saraf. Karena saraf kalian belum kuat dan berkembang sesuai dengan usia,” tutur dia di hadapan ratusan anak SD-SMP yang tengah mengikuti Bimbingan Teknis Literasi TIK Bagi Anak dan Remaja yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di Hotel Garden Palace, Rabu (20/4/2016).

Link yang berisi gambar porno sudah tersebar memang tidak bisa dibendung lagi. Anak-anak pun dengan leluasa mengunduh gambar-gambar tersebut tanpa ada saringan terlebih dahulu. Guru dan orang tua pun tidak bisa menyaring informasi kepada anaknya.

Risma menuturkan, agar tidak terlena dengan kemajuan teknologi yang terpenting jangan sampai jadi budak teknologi. Keberadaan teknologi memang untuk mempermudah kerjaan kita, hanya saja harus sesuai dengan penggunaan kita.

“Kita bisa lupa belajar, lupa semuanya bahkan sampai tidak menyapa orang tua dan teman kalian itu yang namanya diperbudak alat teknologi,” ujar wali kota yang banyak menyaber penghargaan internasional itu.

Risma juga mencontohkan penggunaan teknologi yang benar, yaitu dengan adanya teknologi ia bisa mengawasi keadaan kotanya dari gadget pribadinya melalui CCTV, tidak hanya kondisi jalan namun juga kondisi pompa di seluruh Kota Surabaya.

“Ini namanya pemanfaatan teknologi. Ibu tinggal memerintah staff ibu dengan ini supaya waktunya bisa dipangkas,” tandas wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Dia juga berpesan kepada anak-anak jangan sampai terlalu terbuka di media sosial. Karena rawan tindak kejahatan dan gampang dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Ibu minta tolong jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain kalau ada tanda bahaya harus berani bilang tidak dan lari,” tegasnya. (wh)