Risma Hadiri Surabaya Gemstone Festival

Risma Hadiri Surabaya Gemstone Festival
Tri Rismaharini, mantan Wali Kota Surabaya, menghadiri Surabaya Gemstone Festival (SGF) di Craft Center Royal Plaza Surabaya, Senin (2/11/2015). Arya wiraraja/enciety.co

Makin menguatnya tren penggunaan batu berharga (gemstone) dan permata untuk perhiasaan membuat Indonesia Gemstone Community (IGS) sebagai wadah komunitas gemstone Indonesia, menggelar Surabaya Gemstone Festival (SGF).

Event ini merupakan wadah bagi penambang, produsen, pedagang, distributor dan retailer batu berharga serta permata di Indonesia untuk unjuk gigi sekaligus dalam memasarkan produk unggulan mereka.

Tri Rismaharini, Mantan Wali Kota Surabaya, menyempatkan diri untuk hadir dalam acara tersebut. Dalam kesempatan itu, ia mengutarakan jika perkembangan bisnis batu mulia dalam hal ini gemstone, akik dan batu permata sangat terasa hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

“Untuk itu, saya sangat berharap agar masyarakat terus mau berusaha untuk dapat menggalakkan penggunaan akik dan batu mulia lain. Karena secara tidak langsung, dengan kita menghargai dan menggunakan salah satu hasil budaya kita tersebut, maka selain menjaga kearifan lokal, kita juga dapat menghidupkan perekonomian wong cilik,” urai dia ketika menghadiri Surabaya Gemstone Festival (SGF) di Craft Center Royal Plaza Surabaya, Senin (2/11/2015).

Dalam kesempatan itu, perempuan yang pernah mencetak sejarah dengan menjadi wali kota terbaik ketiga dunia itu mengatakan, jika harus ada inovasi dalam model yang dipakai dalam pengemasan batu mulia itu.

“Agar konsumen tidak jenuh, model dan tampilannya harus diubah. Banyak referensi yang dapat menginspirasi kita untuk mengubah tampilan batu akik dan batu mulia khas nusantara,” ungkap Risma.

Selain itu juga, imbuh dia, untuk mendongkrak penjualan, para produsen juga dapat mengembangkan kemasan yang dipakai dalam pemasaran batu akik dan batu mulia tersebut.

“Selain model yang inovatif, agar konsumen tertarik, kita juga harus berinovasi pada kemasan yang dipakai juga harus menarik,” tandasnya.

Event yang diklaim sebagai festival permata dan batu terbesar serta terlengkap di Surabaya ini diadakan tanggal 2 sampai 8 November 2015, di Craft Center Royal Plaza Surabaya.

Founder IGS, Imron Mashoed menuturkan, jika saat ini industri batu berharga dan permata di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. “Tiap-tiap daerah di Indonesia saat ini telah memiliki gemstone khas yang berkualitas. Selain itu, keberadaan gemstone tersebut dapat mengangkat perekonomian warga sekitar yang ada,” ungkapnya.

Surabaya Gemstone Festival (SGF) adalah salah satu langkah untuk dapat mempertemukan produsen dan konsumen. “Event ini merupakan salah satu strategi ekonomi. Untuk mendorong perekonomian ekonomi lokal, kami menggalakkan bisnis batu permata dan gemstone lokal,” urai dia.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengatakan, jika dalam event tersebut diminati oleh para produsen yang tersebar di penjuru Nusantara. “Banyak produsen yang ikut berpartisipasi dalam event ini. Diantaranya, produsen dari Jakarta, Jawa Barat, Palu, Sumatra, Kalimantan, hingga Papua. Selain itu, tidak ketinggalan juga produsen lokal daerah Jawa Timur sendiri,” jelasnya.

Selain pameran akik dan gemstone, dalam event tersebut juga digelar kontes akik nasional. Dalam acara tersebut juga diselenggarakan talkshow dan edukasi mengenai bisnis batu berharga dan permata, hingga lelang akik dari seluruh penjuru Indonesia. (wh)