Risma Hadiri Deklarasi Pengurangan Kantong Plastik di Taman Bungkul

Risma Hadiri Deklarasi Pengurangan Kantong Plastik di Taman Bungkul

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri Deklarasi Pengurangan Kantong Plastik di Taman Bungkul, Minggu (21/2/2016). foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Penerapan penghematan penggunaan kantong plastik diakui telah diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sejak setahun terakhir ini. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat deklarasi pengurangan sampah plastik di Taman Bungkul, Minggu (21/2/2016) pagi.

“Sudah kami terapkan penghematan kantong plastik  melalui Dinas BLH Surabaya setahun terakhir ini setiap acara Car Free Day (CFD),” ujar Tri Rismaharini kepada wartawan.

Dalam CFD kota Surabaya yang digelar setiap Minggu pagi tersebut, tim BLH kota Surabaya menyosialisasikan penghematan kantong plastik baik bagi masyarakat pengunjung maupun pedagang yang berjualan di area tersebut.

“Plastik terurai hingga 100 tahun, dan kami coba sadarkan itu kepada masyarakat dan mereka sangat memahaminya,” tutur Risma.

Dengan sosialisasi yang telah lama dan berkelanjutan, Risma yakin bila sampah yang dihasilkan dari kantong plastik akan jauh berkurang. Hal ini juga berdasarkan data pertumbuhan ekonomi dan penduduk di Kota Pahlawan yang naik namun volume sampah yang datang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) relatif sama atau 40 persen dari total sampah yang masuk ke Benowo.

Menurut mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) ini, Surabaya juga merupakan satu kota dari 22 kota lain di Indonesia yang menyepakati penghematan kantong plastik.

Pada deklarasi ini, Risma sedianya akan teleconference dengan Presiden Joko Widodo. Namun, teleconference akhirnya berlansung dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar yang menyatakan kegembiraannya melihat Surabaya menerapkan penghematan sampah kantong plastik.

“Surabaya bagus dan keren karena sebagai kota besar bisa meminimalkan penggunaan kantong plastik,” ujar Siti. (wh)