Risma Emoh Blusukannya Diekspose

Risma Emoh Blusukannya Diekspose

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menganggap kebiasaannya terjun di lapangan sebagai sesuatu yang tak istimewa. Dia juga tak mau disamakan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang punya kesukaan blusukan pula. Menurutnya, itu hal yang biasa dilakukan seorang pemimpin.

“Endaklah. Itu bagian dari tugasku. Karena aku nggak bisa hanya nerima laporan aja. Iya kalau laporannya bener?” ujar Risma di Surabaya, Rabu (9/4/2014).

Risma menceritakan, kegiatan keliling memantau kondisi Surabaya itu membawa beberapa keuntungan dibandingkan menunggu laporan dari anak buahnya. Ia mengaku, bisa lebih cepat menemukan sendiri permasalahan warga, lalu menyelesaikannya.

“Pada dasarnya aku mendengar laporan, dapatnya cuma 1 kasus. Tapi kalau aku turun sendiri, bisa dapat 4 sampai 5 kasus,” ujarnya.

Ibu dua anak itu menyebutkan, mulai warga yang sakit parah, pelayanan air PDAM yang mampet, saluran drainase buntu, macet, hingga temuan warga yang miskin. “Dapat kasusnya lebih banyak,” tukasnya.

Namun, Risma sebenarnya tak suka hobi blusukannya itu diekspos. “Kerja seperti itu nggak ada yang aneh. Kalau nggak diekspos, aku jadi bisa konsentrasi,” katanya. Ia mencontohkan saat suatu hari ia menemukan  seorang ibu yang sakit.

Karena si ibu tinggal bersama anak satu-satunya, ia menolak dimasukkan rumah sakit. Pasalnya, ia khawatir memikirkan  bagaimana nasib anaknya tersebut. Risma dan staf bawahannya yang terkait lalu menggelar diskusi di sana. “Ya sudah, akhirnya kita opname sekaligus dua-duanya. Untuk sekolah anaknya, ya sudah kita antar. Nah, seperti itu kan butuh konsentrasi khusus, butuh diskusi,” terangnya.

Hal itu biasanya terjadi saat Risma blusukan sendiri bersama ajudan. Soal kordinasi, baginya tak ada kendala. “Kordinasinya ya langsung aku panggil aja dinasnya. Kalau pas nemu kasusnya di situ, tinggal aku panggil dinasnya,” cetusnya. Risma mencontohkan, untuk masalah kesehatan ia tinggal mengontak petugas puskesmas terdekat.

Begitu pula ketika menyangkut masalah sosial. “Kita diskusikan apa kebutuhannya. Kemudian lurah menyampaikan ke Dinas Sosial dan Bapemas,” jelasnya.(wh)