Risma Dorong Anak Muda Surabaya Terjun di Industri Kreatif

Risma Dorong Anak Muda Surabaya Terjun di Industri Kreatif
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberi orasi ilmiah di lantai 7 Graha Sawunggaling Surabaya, Rabu (28/1/2015).

Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya mendorong anak-anak muda di Kota Pahlawan agar lebih berperan dalam industri kreatif. Hal itu ditegaskan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada sedikitnya 500 pelajar SMA dan SMK yang memenuhi lantai 7 Graha Sawunggaling Surabaya, Rabu (28/1/2015).

Kata Risma, dengan berkecimpung di industri kreatif, anak-anak muda tidak akan khawatir untuk mencari pekerjaan karena mereka bisa menciptakan pekerjaannya sendiri.

“Apalagi, industri kreatif jauh lebih kuat dan mampu bertahan dalam gempuran ekonomi bebas dengan “merk” Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang segera diberlakukan di tahun ini,” katanya.

Risma lalu menegaskan bahwa industri kreatif memiliki peluang yang sangat besar.  “Kami ingin memberikan wawasan kepada anak-anak ini tentang industri kreatif agar mereka nantinya bisa bergerak sendiri tanpa harus mencari kerja. Karena mereka bisa menciptakan pekerjaan sendiri melalui teknologi yang ada saat ini. Awalnya mungkin bingung tapi kita akan arahkan,” tegasnya.

Menurut Risma, dorongan kepada anak-anak muda untuk terjun dalam industri kreatif itu sebenarnya sudah dilakukan Pemkot Surabaya sejak tahun lalu. Apalagi, di Surabaya sudah ada embrionya berupa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang fokus pada sektor tersebut.

“Jadi ini bukan hal sulit untuk memulainya karena sudah ada basisnya. Tinggal bagaimana anak-anak ini dibuka wawasan dan didorong kreatif menciptakan sesuatu,” terang wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Kata Risma, ciri khas industri kreatif adalah mau terus berkreasi dan terus belajar. Selain itu, para pelaku industri kreatif harus mau saling berinteraksi, karena tanpa itu tidak mungkin industri akan bergerak. Pelaku industri kreatif juga harus mampu membuat networking untuk semakin mengembangkan usahanya.

Karenanya, untuk membuka wawasan kepada anak-anak muda Surabaya tentang industri kreatif, acara tersebut dihadiri bintang film dan sutradara muda sekaligus Brand Ambassador YouTube, Dennis Adhiswara, dan beberapa rekan pelaku industri kreatif.

Dennis, pria kelahiran Malang yang telah main di beberapa film box office Indonesia seperti Ada Apa Dengan Cinta, Jomblo, Ayat-Ayat Cinta dan Sang Pencerah, diharapkan bisa menularkan “virus kreativitasnya” kepada anak-anak muda di Surabaya.

“Kalau untuk film, Jakarta kan pusatnya. Ini Bandung juga mulai gerak. Saya juga pengen hidupkan itu. Mungkin anak-anak nanti bisa memproduksi film untuk mereka jual ke production house (PH). Ini juga ada yang bikin game tentang kepahlawanan Surabaya. Nanti kalau sudah paham, kita bantu untuk bagaimana cari buat terobosan yang menghasilkan dan berguna untuk masa depan mereka,” jelas Dennis.

Dennis Adhiswara yang bersama sejawatnya yang tergabung dalam Layaria mengaku senang bisa berbagi ilmu kepada para pelajar di Surabaya. Saking senangnya, pemeran Memed di film Ada Apa Dengan Cinta ini tidak butuh persiapan panjang untuk hadir di acara ini. Dia bahkan mengaku persiapannya baru dimulai pada Senin (26/1/2015) lalu.

“Kita senang banget bisa sharing ke adik-adik. Kita juga sudah melihat ada banyak potensi dari anak-anak Surabaya. Ini saya bawa teman-teman dari Jakarta, Bandung, Jogjakata, dan Semarang. Kita pengen share karena sekarang saatnya Surabaya beraksi,” ujar sutradara muda ini.

Dennis mengatakan, generasi muda sekarang ini sebenarnya lebih mudah diarahkan untuk aktif dalam dunia industri kreatif berbasis teknologi. Ini karena anak-anak muda sekarang sudah terbiasa mengoperasikan smartphone dan juga jejaring sosial macam Twitter, Facebook, WhatsApp, Instagram, Path, serta piawai mengakses Youtube, dan juga aktif nge-Blog. Bahkan, ketika para pelajar tersebut ditanya apakah ada yang belum mengenal Facebook atau belum pernah buka Youtube, tidak ada satupun anak yang angkat tangan.

“Kalau di antara kalian ada yang sudah berkarya, kita ingin karyanya adik-adik bisa dikenal di luar kota, di luar pulau, atau bahkan di luar negeri. Itu memungkinkan sekali karena kalian didukung oleh teknologi,” pungkas dia. (wh)