Risma Damprat Tersangka Narkoba di Polres Surabaya

Risma Damprat Tersangka Narkoba di Polres Surabaya
Wali Kota Tri Rismahari yang memanrahi tersangka narkoba di Mapolres Surabaya, Selasa (19/5/2015). foto: antara

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memarahi empat tersangka pengedar narkoba di Polres Surabaya di sela gelar perkara sekaligus pemusnahan barang bukti, Selasa (19/5/2015).

“Kamu tahu tidak efek narkoba? Dia tidak sekadar menyiksa, tapi bisa membunuh pecandunya,” ujar Risma dengan nada kesal di hadapan para tersangka narkoba.

Sekitar 10 menit, Risma memarahi dan mengingatkan agar para tersangka tidak mengulanginya lagi dan meminta mereka bertobat.

“Jangan dikira kalian hanya menerima hukuman di dunia, tapi juga di akhirat nanti. Makanya jangan diulangi lagi dan memohon ampun. Saya marah-marah ini bukan karena benci, tapi demi kebaikan kalian,” ucap wali kota perempuan pertama Surabaya itu.

Selain menemui dan memarahi tersangka narkoba, Risma juga menyaksikan pemusnahan delapan kilogram narkoba jenis sabu-sabu hasil tangkapan tim reserse narkoba Polrestabes Surabaya.

Kata dia, bahaya narkoba tidak hanya mengancam manusia dewasa, namun anak-anak seusia sekolah yang belum mengerti apa-apa.

“Mereka itu korban dari pengedar-pengedar narkoba dan sebenarnya tidak tahu apa-apa. Kasihan mereka,” ucap eks Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan tersebut.

Terhadap para korban yang masih berusia anak-anak, Pemkot Surabaya, kata dia, sudah memiliki shalter atau lokasi khusus rehabilitasi pengguna narkoba.

“Dengan rehabilitasi, anak-anak memiliki harapan sembuh dan beraktivitas seperti biasa. Pernah ada seorang anak korban narkoba, kemudian direhabilitasi dan setelah sembuh jadi Ketua OSIS serta juara kelas,” katanya.

Sebelumnya, pada pertengahan Maret 2015, Tim Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya berhasil menggagalkan peredaran sabu seberat 8,5 kilogram atau senilai Rp 8,5 miliar.

Empat tersangka masing-masing berinisial AA (24) warga Tanah Merah Surabaya, TF (31) warga Genteng Surabaya, serta BD (36) warga Gedangan, Sidoarjo, serta AL yang sempat buron. (ant/wh)