Risma Canangkan Kampung Pendidikan

Risma Canangkan Kampung Pendidikan
Wali Kota Tri Rismaharini memberikan beasiswa kepada siswa SD saat upacara peringatan Hardiknas. foto:surabayakita

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mencanangkan kampung pendidikan. Ini lantaran masalah pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga semua masyarakat.

Pencanangan kampung pendidikan ini dilakukan wali kota usai upacara Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Taman Surya, Sabtu (2/5/2015), yang dihadiri perwakilan sekolah, kepala sekolah, dan para pejabat SKPD Kota Surabaya.

“Kami sampaikan kepada para guru, ke depan tantangan kita ini makin berat. Diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) per awal tahun ini harus disikapi dengan menyiapkan siswa yang cerdas secara fisik, emosi dan intelektual. Mari kita ajarkan kepada anak anak didik menjadi siswa yang sehat dan kerja keras agar mereka berhasil tidak hanya di tingkan ASEAN tetapi juga ditingkat dunia,” ujar Risma.

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi mengatakan, Hardiknas merupakan momen yang bagus untuk menata kembali sistem pendidikan. Dia mengapresiasi niatan pemerintah yang akan mengembalikan pendidikan kepada hal dasar, yakni pembentukan karakter dan akhlak mulia yang dilandasi dengan nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya pendidikan hendaknya mulai ditata secara sistemik, bukan parsial. Artinya, tanggung jawab sektor pendidikan bukan hanya ditangai oleh dinas saja, melainkan seluruh lapisan masyarakat harus terlibat di dalamnya.

Dikatakan Martadi, riset menunjukkan sebanyak 57 persen pendidikan dipengaruhi faktor keluarga dan masyarakat. “Untuk itu, perlu ada yang memberi perhatian ketika anak-anak berada di luar sekolah. Peran ini khususnya bisa dijalankan oleh keluarga maupun masyarakat untuk ikut aktif mengawasi dan mengarahkan generasi muda,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya M Ikhsan menyatakan, keterlibatan masyarakat dalam memajukan pendidikan ini bisa dimulai melalui program kampung pendidikan. Masyarakat akan dilibatkan untuk berperan aktif dengan ikut mengawasi kegiatan siswa siswi saat jam belajar.

“Kalau ada anak anak usia sekolah keluyuran di saat jam sekolah, akan ditegur oleh masyarakat di lingkungannya. Memang kita mulai dari hal hal yang kecil dulu,” kata M. Ikhsan.

Kampung pendidikan ini nanti segera disosialisasikan dalam waktu dekat. Rencananya, untuk pilot project, kampung pendidikan akan memilih 1 kelurahan di setiap kecamatan. Satu kelurahan ini bisa diwakili 1 RT di setiap RW.”Tahap pertama akan berlangsung hingga Juni, jika berasil wilayah kampung pendidikan akan diperluas lagi wilayahnya,” ujar M Ikhsan. (wh)