Risma Beri Motivasi Entrepreneur Muda

 

Risma Beri Motivasi Entrepreneur Muda

Di bidang Teknologi Informasi alias IT, Indonesia seringkali masih dianggap tertinggal dari negara India dan Singapura. Padahal, kemampuan penggunaan IT di kalangan entrepreneur muda juga tak kalah. Untuk itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan motivasi di depan sekitar 300 pebisnis online muda pada acaraGAPURA: Small Medium Business Go Digital With Google, di hotel JW Marriott, Minggu (27/4/2014).

Risma, demikian panggilan akrabnya, menceritakan bahwa sejatinya ia berasal dari keluarga wirausahawan pula. “Background keluarga saya pedagang.  Saya dari sekolah dasar diajari bagaimana mengirim gula, sabun, dan lain-lain. Begitu sudah bisa hitung-hitungan uang, saya jadi bagian yang membukukan pemasukan, mintainuang ke toko-toko,” kisahnya.

Namun, takdir berkata lain. Risma pun mengaku, menjadi wali kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta itu bukan impiannya. “Tuhan memilih saya jadi wali kota. ya sudah saya jalani. Kalau jadi wali kota, semua ada limitasinya. Sementara kalau jadi pedagang, saya bisa kaya raya,” sambungnya.

Risma berpesan, para entrepreneur muda harus berjiwa pantang menyerah. “Saya tahu, pasti banyak yang mencaci maki. Tapi yakinlah, kalau kita benar pasti perjuangan kita akan dibantu Tuhan,” serunya. Berwirausaha, lanjutnya, sejatinya tanpa batas. “Batasnya itu bawah bumi, atas langit. Kalau nggak laku, jatuh ya bangun lagi, jalan terus,” tandasnya.

Risma lalu memaparkan, anak muda harus mampu memanfaatkan teknologi. Dengan online, segala macam proses menjadi hemat dan efektif. Ia mencontohkan, berkat sistem online, penyelenggaraan birokrasi di kalangan pemerintah kota Surabaya jadi lebih irit.

“Dulu sebelum saya jadi wali kota, jumlah kantor kelurahan sampai 163 kantor. Sekarang jadi hanya 154 kantor. Lalu kantor cabang dinas pendidikan, itu dulu 21. Sekarang tinggal 5 kantor saja,” jelasnya.

Karena hampir seluruh proses birokrasi menggunakan sistem online, Risma mengaku tak perlu harus bekerja di kantor. “Contohnya itu ada kepala dinas saya yang kemarin ikut pergi ke London waktu penerimaan penghargaan Socrates Awards. Dia bisa tanda tangan perizinan, mengerjakan tugas kantornya dari sana,” tandasnya.(wh)