Risma Bangun Diplomasi lewat Budaya dan Ekonomi

Risma Bangun Diplomasi lewat Budaya dan Ekonomi
Tri Rismaharini berkunjung ke rumah desainer batik asal Surabaya, Diana Muljono Putri, Selasa (6/10/2015). Arya wiraraja/enciety.co

Hubungan diplomasi bukan hanya melulu hubungan politik, tapi hubungan diplomasi juga dapat di lakukan lewat budaya dan sisi ekonomi.

Hal itu disampaikan Tri Rismaharini, mantan Wali Kota Surabaya, saat berkunjung ke rumah desainer batik asal Surabaya, Diana Muljono Putri, di kawasan Dharmahusada Indah, Surabaya, Selasa (6/10/2015).

Diplomasi yang dibangun Indonesia saat ini bukan lagi hanya isu-isu persoalan politik, namun, dalam momen-momen diplomasi yang kini diterapkan oleh Indonesia sudah membahas masalah budaya dan hubungan ekonomi antarnegara.

“Indonesia, khususnya Surabaya, dapat menonjolkan dirinya di kancah global lewat karya yang telah diciptakan. Contohnya, di bidang ekonomi, kita dapat belajar banyak dari mereka bagaimana memajukan ekonomi mikro,” tutur wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Risma juga mengatakan, yang harus dilakukan Indonesia khususnya Surabaya adalah terus mendorong para pelaku ekonomi kreatif agar terus berkarya.

“Terutama menghadapi persaingan ekonomi global, kita harus lebih kreatif lagi dalam bekerja dan berkarya, karena jika tidak maka kita akan tergerus oleh perkembangan zaman,” tandasnya.

Sementara, Diana Muljono Putri, desainer batik asli Arek Suroboyo, menuturkan jika Kota Surabaya beruntung memiliki tokoh seperti Bu Risma, panggilan karib Tri Rismaharini.

“Ketika menjabat sebagai wali kota, beliau menonjolkan karya-karya yang telah dihasilkannya melalui pembangunan di berbagai macam sektor. Contohnya, pembangunan infrastruktur di Kota Surabaya,” papar dia.

Desainer dari Surabaya yang meraih penghargaan di Couture Fashion Week di New York Amerika Serikat beberapa waktu lalu itu, mengatakan jika Surabaya banyak memiliki talenta muda yang berbakat di bidang desain.

“Semua individu punya bakat seni. Bergantung dari mereka ingin mewujudkannya menjadi hasil karya apa,” papar ibu dua anak itu. (wh)