Risma Ajak Warga Surabaya Perangi Money Politics

Risma Ajak Warga Surabaya Perangi Money Politics
Tri Rismaharini

Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak seluruh warga Surabaya melawan segala upaya kecurangan selama pelaksanaan Pilwali  Surabaya yang digelar pada 9 Desember 2015 mendatang.

“Masyarakat yang nantinya mencoblos, harus dapat menghindari segala kecurangan, di antaranya, money politics. Biasanya modus yang digunakan, mereka diminta untuk memfoto nomor yang mereka pilih dengan menggunakan handphone. Selanjutnya, foto itu bisa ditukar dengan uang, jelas ini bahaya sekali untuk pendidikan politik masyarakat,” tutur Risma, Selasa (14/10/2015) malam.

Oleh karena itu, mantan Wali Kota perempuan pertama Kota Surabaya itu mengajak masyarakat yang nantinya menemukan praktik kecurangan seperti itu untuk melaporkan kepada penyelenggara Pilwali, dalam hal ini Panwaslu dan KPU Kota Surabaya.

Menurutnya, upaya-upaya seperti itu perlu dicegah. Sebab, pola kecurangan yang dilakukan terkesan sistematis dan masif. “Ini adalah tugas kita sebagai warga negara yang baik, bagi siapa yang mengetahui segera laporkan, karena itu adalah tugas kita bersama” tegasnya.

Jika hal itu sampai diterima warga, Risma sangat menyayangkan hal tersebut. “Jangan sampai pembangunan dan perbaikan Kota Surabaya 5 tahun ke depan hanya tergadaikan dalam sehari. Ruginya itu nanti, dan yang merasakan seluruh warga Kota Surabaya,” urai perempuan yang pernah meraih penghargaan wali kota terbaik ke-3 dunia itu.

Pembangunan Kota Pahlawan, sebut Risma, tidak bisa diukur dari upaya kecurangan yang dilakukan. Melainkan, kinerja nyata untuk perubahan. Dia menambahkan, kecurangan seperti itu tidak bisa maksimal diketahui oleh penyelenggara Pilwali. “Karena itu, butuh peran serta seluruh warga Kota Surabaya,” tandasnya. (wh)