Risma Ajak Buruh Gak Gapang Terprovokasi

Hari Pekerja Indonesia Risma Ajak Buruh Gak Gapang Terprovokasi

Wali Kota Surabaya menghadiri apel pagi memperingati Hari Pekerja Indonesia di Balai Kota, Kamis (26/2/2017). Foto:humas pemkot surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terus membangun komunikasi dengan para pekerja, salah satunya dengan menggelar acara Apel Pagi untuk memperingati Hari Pekerja Indonesia yang dilaksanakan di Balai Kota Surabaya, Kamis (26/2/2017).

Acara yang diadakan setiap tahun tersebut dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan, jajaran Polrestabes dan Polresta Tanjung Perak, Kejari Surabaya, perwakilan SKPD serta 30 serikat pekerja.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan tujuan utama acara ini untuk membina hubungan baik dengan para pekerja lewat sosialisasi atau menggelar acara seperti ini. “Saya sangat senang hari ini karena bisa bertemu dengan para pekerja se-Surabaya,” kata Risma.

Risma lantas memaparkan sedikit imbauan bagi pekerja agar tidak mudah terprovokasi oleh segelintir orang yang secara sengaja ingin memecah belah bangsa ini.

“Jika ada masalah mari kita duduk bersama, bermusyawarah dan mencari solusi bersama-sama. Jangan gontok-gontokan dan jangan mau menangnya sendiri,” tegas Mantan Kepala Bappeko tersebut.

Lebih lanjut, Risma juga memotivasi para pekerja untuk tidak mudah menyerah ketika menjalani pekerjaan. Artinya, seluruh pekerja diharapkan mau mengilhami sebuah pekerjaan seperti ibadah bukan paksaan atau hal negatif lainnya.

“Ingat kita ini kerja untuk keluarga, anak-anak kita dan masyarakat. Terlebih kami sudah memfasilitasi banyak hal untuk buruh, yakni masalah kesehatan, masalah perumahan, menyediakan rumah susun dan mengajak buruh untuk membentuk koperasi guna meningkatkan kesejahteraan hidup para buruh,” ujar orang nomor satu di Surabaya tersebut.

Sebelum mengakhiri sambutan, Risma kembali mengingatkan kepada seluruh pekerja untuk mau meningkatkan kualitas hidup dengan terus belajar. Diharapkan dengan belajar, mereka mampu mengelola hasil ekonominya dengan baik serta mampu mengangkat derajat kehidupannya.