Risma Ajak 1500 Anak Yatim Buka Puasa di eks Wisma Dolly

Risma ajak 1500 Anak Yatim Buka Puasa di eks Wisma Dolly
Wali Kota Tri Rismaharini mengajak anak yatim piatu buka puasa di eks lokalisasi Dolly, Minggu (12/7/2015). arya wiraraja/enciety.co

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengatakan pihaknya akan terus berjuang untuk memulihkan perekonomian di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan yang dua tahun lalu terkenal menjadi lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara, Dolly.

“Pasca ditutupnya lokalisasi Dolly beberapa waktu yang lalu, saat ini kami terus berusaha untuk mengembalikan derajat kemanusiaan masyarakat Surabaya khususnya Kelurahan Putat jaya Kecamatan Sawahan, dengan membuka pusat-pusat perdagangan,” paparnya saat menghadiri acara buka puasa bersama dan santunan bagi anak yatim di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, (Eks-Wisma Barbara), Minggu (12/7/2015).

Wali Kota perempuan pertama Surabaya itu mengutarakan, bahwa dalam upayanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mendirikan pusat-pusat perdagangan di area tersebut, diantaranya adalah, pusat kain Batik, pusat jual beli batu Akik dan Sentral pedagang kaki lima (PKL) di Kelurahan Putat Jaya.

“Kami telah mendirikan berbagai pusat perdagangan di Kelurahan Putat Jaya, tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali perekonomian di daerah tersebut. Selain itu kami juga rutin mengadakan pelatihan kewirausahaan dan ekonomi kreativ di kawasan eks-lokalisasi Dolly tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Muhammad Fikser, Kepala Bagian Humas Kota Surabaya, mengatakan bahwa tujuan diadakannya acara buka bersama dan santunan bagi anak yatim ini adalah untuk memotivasi generasi muda yang ada di Kota Surabaya, khususnya di Kelurahan Putat Jaya, Surabaya, agar dapat menjadi penggerak dalam sektor perekonomian kreativ didaerah tersebut.

“Kami menyelenggarakan kegiatan ini adalah untuk menghidupkan kembali semangat generasi muda yang ada dikawasan tersebut,” paparnya.

Ketika ditanya mengenai fungsi beberapa eks-wisma yang ada di Kelurahan Putat Jaya tersebut, Fikser mengatakan bahwa pihaknya telah memanfaatkan bangunan tersebut menjadi pusat pelatihan kewirausahaan di daerah tersebut.

“Saat ini beberapa bangunan eks-wisma lokalisasi tersebut telah menjadi pusat pelatihan kewirausahaan, pelatihan anak-anak Paud dan ruang pertemuan bagi pemuda Karangtaruna di Kecamatan Putat Jaya,” pungkasnya. (wh)