Riset: Produk Kosmetik Banyak Ngibulnya

kosmetik-1

Produk kosmetik yang banyak beredar di pasar ternyata  lebih banyak menawarkan janji bohon belaka alias ngibul.  Setidaknya begitu hasil penilitian yang dilakukan  Valdosta State University serta University of Nebraska-Lincoln. Tim peneliti tersebut melakukan penelitian terhadap iklan produk kosmetik yang ada di dalam tujuh majalah wanita.

Dalam studi yang telah dipublikasikan di Journal of Global Fashion Marketing: Bridging Fashion and Marketing tersebut para peneliti menemukan bahwa hanya 14 persen klaim ilmiah yang ada dalam iklan tata rias serta produk perawatan kulit yang bisa diterima panel ahli. “Lebih banyak klaim produk  kosmetik yang termasuk dalam kategori penipuan dibanding yang termasuk dalam kategori yang dapat diterima,” demikian pernyataan dari studi tersebut.

Ahli pemasaran dari tim tersebut meneliti 289 halaman iklan produk kosmetik  dari tujuh majalah seperti Vogue dan Elle pada edisi April 2013. Mereka membagi klaim dalam iklan menjadi beberapa kategori seperti klaim mendapat pengesahan, seperti direkomendasikan oleh dermatologis serta klaim sains seperti terbukti secara klinis. Klaim tersebut kemudian dibagi menjadi empat kategori kebenaran: kebohongan besar, kelalaian, samar-samar serta bisa diterima.

Hasilnya hanya 18 persen dari klaim iklan tersebut yang masuk dalam kategori bisa diterima. Sementara itu hanya 14 persen yang mengklaim teruji secara klinis yang masuk dalam kategori dapat diterima. “Klaim secara ilmiah cenderung diklasikan sebagai iklan yang samar atau menyembunyikan informasi yang penting,” demikian pernyataan dari hasil riset tersebut. (dm/bst)