Riset: Pemberantasan DB lewat Fogging Tak Efektif

Riset: Pemberatan DB lewat Fogging Tak Efektif
foto:umar alif/enciety.co

Pembasmian jentik dan nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah melalui fogging atau pengasapan dianggap sudah tidak efektif lagi.

Fogging atau pengasapan dianggap hanya dapat menunda perkembangbiakan nyamuk, bukan mematikannya. Juga pemberantasan nyamuk dengan membunuh jentik atau larvasida dirasa sudah tidak zaman lagi.

Pengajar dan peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, DR dr Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc, mengatakan bila foging sudah tidak lagi efektif dilakukan untuk mematikan nyamuk aedes.

“Hasil penelitian saya menyebutkan bila fogging sudah tidak mempan untuk basmi nyamuk aedes aegypti,” kata  Tri Yunis Miko Wahyono kepada wartawan di Surabaya, Rabu (25/2/2015).

Menurut dia, bila suatu daerah sering melakukan fogging atau pengasapan, maka jentik dan nyamuk tersebut akan kebal atau resisten. Juga bila petugas fogging saat melakukan tugasnya mengasapi suatu daerah kadang hanya asal mencampur obatnya.

Dirinya juga menyimpulkan bahwa penggunaan obat nyamuk secara personal protection memberikan efek penurunan angka demam berdarah terbesar dibandingkan larvasida dan fogging.

“Lebih bagus bila orang di rumah memakai obat anti nyamuk yang banyak dijual di pasaran. Dan itu sangat efektif karena langsung memproteksi seseorang, contohnya obat anti nyamuk lotion yang dapat melindungi seseorang hingga 8 jam,” tuturnya.

Sedangkan bila fogging mungkin hanya membasmi di suatu tempat, sedangkan ditempat lain tidak dilakukan maka masih ada nyamuk yang berkembang hingga terjadi migrasi nyamuk tersebut. Juga warga diharapkan untuk menerapkan gaya hidup bersih dilingkungannya dengan 3M (mengubur, menutup, menimbun).

“Langkah-langkah itulah yang dianggap paling efektif sekarang untuk menekan penderita db (demam berdarah),” tutupnya. (wh)