Riset Obat Herbal Tak Pernah Terpublikasi

Riset Obat Herbal Tak Pernah Terpublikasi

 

Penyebab bisnis obat herbal Indonesia tidak berkembang salah satu faktornya karena riset ilmiah yang masih diperdebatkan. Praktisi obat herbal Indonesia sekaligus pendiri Yayasan Restura Indonesia, Moch Sudjana, mengatakan riset mengenai obat herbal selama ini sudah ada, tetapi tidak pernah dipublikasikan.

“Riset saya membuktikan jika obat herbal berkhasiat pada penderita diabetes, itu ada buktinya dari laboratorium medis. Mengapa katanya tidak ada bukti? Karena tidak ada lembaga yang memunculkan bukti tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya bekerja sama dengan seluruh elemen untuk mengangkat bisnis obat herbal tersebut. “Ini yang saya upayakan dengan merekrut dari akademisi dan dari kadin ataupun dari praktisi-praktisi lainnya supaya ini bisa diangkat, baik di Indonesia maupun di dunia,” katanya.

Sebelumnya, Sudjana mengatakan, stagnannya bisnis obat herbal Indonesia karena adanya kepentingan bisnis yang ingin memojokkan bisnis obat herbal, yaitu para investor obat kimia yang menguasai bisnis obat di Indonesia. Padahal, potensi pasar domestik Indonesia mencapai Rp 25 triliun per tahun.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai impor obat tradisional dan herbal sepanjang tahun 2011 mencapai USD 40,5 juta. Indonesia mengimpor 60 persen dari obat-obatan herbal dari negara lain, yaitu China dan India.

Sentimen pasar

Dia juga menyebutkan, hambatan pengembangan obat herbal di Indonesia adalah adanya sentimen pasar terhadap industri herbal lokal.

“Ada sentimen pasar yang memojokkan obat herbal. Saya sudah berpuluh-puluh tahun berkecimpung di herbal ini dan banyak penderita yang sembuh terutama diabetes,” ujar Sudjana.

Hambatan yang paling nyata dalam pengembangan produk obat herbal Indonesia adalah kuatnya intervensi investor-investor obat kimia. “Ini karena ada investor-investor udah masuk di dalam obat sistesis jadi akhirnya intervensi mereka terlalu kuat,” katanya.

Namun menurutnya, para pengusaha obat herbal dalam negeri tidak akan mundur untuk mengembangkan obat herbal yang merupakan tradisi dari Indonesia tersebut. “Kita tidak akan mundur sampai kapanpun, karena pembuktian dan kebenaran pasti akan muncul,” tandasnya. (kps/bh)