Riset: Konsumen Global  Makin Bergantung pada  Gadget

Riset: Konsumen Global Makin Bergantung pada Gadget

 

Lembaga riset Nielsen menyebutkan, sebanyak 53 persen konsumen global telah mengandalkan perangkat pintar yang bisa dibawa ke mana saja, seperti smartphone, tablet, dan laptop (mobile) untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Bahkan, para konsumen merasa tidak aman jika berada jauh dari perangkat pintarnya.

Berdasarkan riset yang bertajuk Nielsen Mobile Shopping, Banking, and Payment Report, 53 persen konsumen global mengaku merasa tidak tenang jika berada jauh dari perangkat mobile-nya. Bahkan, sebanyak 56 persen menyatakan tidak dapat membayangkan hidup tanpa perangkat mobile, dan 70 persen menyatakan bahwa perangkat pintar membuat hidup mereka menjadi lebih baik.

Financial Services Leader Nielsen Eropa Stuart Tagg mengatakan, perangkat mobile tidak hanya membawa konsumen baru ke ekonomi yang lebih modern dan terhubung, tapi juga memberikan pengalaman yang dapat lebih personal. Karena, produk dan jasa juga dapat lebih disesuaikan dengan perilaku, kebutuhan, dan preferensi konsumen.

“Namun untuk mendorong penerimaan dan penggunaannya, kita harus memulainya dengan pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana konsumen berbelanja dan bertransaksi dalam dunia digital. Kemudian, kita menggunakan pemahaman itu untuk merancang strategi-strategi seputar kebiasaan dan preferensi mereka,” kata Stuart, dalam keterangannya, baru-baru ini.

Selain telah menjadi alat transformasi cara berkomunikasi dan cara untuk tetap terhubung antara yang satu dengan yang lainnya, lanjut dia, perangkat mobile juga telah merevolusi dunia perdagangan ritel dan perbankan. Perangkat mobile punya andil memasukkan layanan keuangan kepada sekitar 2 juta konsumen yang selama ini tidak memiliki rekening bank di seluruh dunia.

Bahkan, pertumbuhan akses pembayaran tanpa uang tunai diperkirakan menciptakan tambahan belanja konsumen senilai USD 10 triliun dalam sepuluh tahun mendatang, menurut The Demand Institute, yang dioperasikan bersama oleh Nielsen dan The Conference Board. “Mobile commerce memiliki implikasi yang sangat besar pada keseluruhan ekosistem ritel,” tambah Stuart. (bst)