Riset JBIC: Indonesia Negara Tujuan Investasi

Riset JBIC: Indonesia Negara Tujuan InvestasiToshiba Corporation, salah satu perusahaan elektronik terbesar di Jepang bakal menjadikan Indonesia sebagai basis produksi bagi produk Toshiba. Toshiba telah menutup pabrik elektronik mereka yang ada di China dan Polandia akhir November lalu.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menuturkan keinginan pabrikan asal Jepang ini membangun produk elektronik rumah tangga yang masih menjadi andalan Toshiba. “Namun mereka juga berencana masuk ke generator untuk power plant,” katanya.

Berdasarkan pertemuan pemerintah Indonesia dengan beberapa pengusaha di Jepang termasuk Toshiba pada minggu lalu, MS Hidayat bilang keputusan mengalihkan produksi ke Indonesia ini tak lepas dari hasil survei Japan Bank of International Cooperation (JBIC) yang menyebut Indonesia saat ini merupakan negara tujuan investasi nomor satu perusahaan Jepang.

Posisi nomor wahid ini menggeser China yang sudah tujuh tahun berstatus sebagai negara paling dituju untuk investasi pengusaha Jepang. Karena potensi yang besar itu, Toshiba mulai tahun 2014 akan fokus di Indonesia. “Mereka akan menjadikan Indonesia sebagai production base,” tegasnya.

Sayangnya, ia belum mau mengungkapkan detail rencana Toshiba ini. Termasuk lokasi pabrik anyarnya. Yang jelas, Pulau Jawa masih menjadi kandidat terkuat untuk lokasi perluasan fasilitas produksi tersebut.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar bilang investasi Toshiba ini berkisar antara US$ 400 juta sampai US$ 500 juta.

“Dia tidak katakan untuk relokasi atau apa, pokoknya investasi perluasan,” kata Mahendra.

Saat ini, Toshiba mempunyai pabrik perakitan televisi di Cikarang.

Dari hasil kunjungan ke Jepang, Hidayat menambahkan ada rencana tambahan investasi dari perusahaan yang eksisting di Indonesia sekitar US$ 3,4 miliar sampai US$ 4 miliar. Jumlah tersebut setidaknya ditanamkan dalam 1,5 tahun ke depan.

Realisasi investasi langsung Jepang ke Indonesia sendiri selama 2012 lalu mencapai US$ 2,45 miliar. Sedangkan hingga kuartal III 2013, investasi dari negeri sakura mencapai US$ 1,15 miliar.

Di sektor manufaktur, sebagian besar investasi tersebut masuk ke golongan alat angkut dan transportasi lainnya, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, industri kimia dasar, bahan kimia dan farmasi. (kontan/bh)