Rintis Bisnis Properti dari Jualan Telur

Rintis Bisnis Properti dari Jualan Telur

Rendra Bagas Prakoso owner PT Hasanah Utama Mulya Investama, foto: arya wiraraja/enciety.co

Tahun 2012, Rendra bertemu kawan lamanya yang merupakan teman satu bangkunya di FEB Unair. “Kami berkomitmen merintis usaha properti bersama dengan mendirikan perusahaan ini,”ujar Rendra yang juga anggota Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) DPD Jatim itu.

Awal merintis, Rendra menangani satu proyek renovasi rumah. Rendra menghitung  benar bisa meraup untung. Paling tidak lebih besar dari jualan telur. Namun kenyataan berkata lain

“Saya malah rugi. Saya jual motor saya satu-satunya untuk nutupi kerugian itu,” tutur dia, lantas tertawa.

Berbekal pengalaman itu, Rendra tak patah arah. Ia kemudian dipercaya menangani pembangunan satu unit rumah di Gununganyar Surabaya. Ia belajar betul dari kesalahan dan terus mengasah naluri bisnisnya.

Bisnis properti Rendra terus menggeliat. Tiga tahun kemudian, usaha properti yang dirintisnya menunjukkan perkembanhgan siginifikan. Sepanjang tahun 2016 lalu, ia mampu meraup omzet Rp 8 miliar lebih.

“Alhamdulillah, untuk satu unit rumah yang kami kembangkan, kami tawarkan dengan harga Rp 550-700 juta,” paparnya.

Aku Rendra, dalam setahun rata-rata ia mampu menjual 15 unit di wilayah Surabaya Timur. Pada Januari hingga Mei, pembelian properti sangat meningkat.  “Kami menyasar pasar kelas menengah,” cetusnya.

Menurut dia, percepatan bisnis properti ini tidak lepas dari percepatan pembangunan infrastruktur di Surabaya. Hadirnya Middle East Ring Road (MERR) yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan properti diwilayah Timur Surabaya.

Rendra mengaku ingin terus mengembangkan usaha properti yang dia rintis tersebut dengan melakukan inovasi-inovasi pada metode marketing.

“Saya yakin bisnis properti di Surabaya bakal terus menggeliat. Ini bukan bukanlah isapan jempol. Perkembangan pembangunan Kota Surabaya yang makin cepat dan pesat jadi kuncinya,” terang Rendra. (wh)