Rintis Bisnis Bermodal Rp 1 Juta, Kini Kirim Produk Ke Singapura

Rintis Bisnis Bermodal Rp 1 Juta, Kini Kirim Produk Ke Singapura

Mariana Fitria di pelatihan Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya di Kaza City Mall. foto: arya wiraraja/enciety.co

Mulailah berbisnis dengan kejujuran. Begitu pesan yang disampaikan Mariana Fitria, perempuan pelaku usaha Surabaya yang sukses jualan kue kering berlabel Ayu Cookies.

“Jujur itu pondasi utama kita dalam merintis usaha,” cetusnya, saat berbagi tips bisnis dalam acara pelatihan Digital Marketing Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya di Kaza City Mall, Minggu (14/7/2019).

Mariana menyakini hal itu karena bisnis sangat terkait dengan kepercayaan. Sebagus apa pun produk yang kita buat kalau tidak dilandasi kejujuran pasti akan menemui kesulitan.

Perempuan berjilbab ini lalu menceritakan pengalamannya. Tahun 2001. Kala itu, ia dihadapkan pada pilihan mengurus keluarga atau melanjutkan bekerja di perusahaan desain grafis di Surabaya. Pilihan pertama pun diambil: resign.

Menganggur di rumah membuatnya jenuh. Dia lalu putuskan juaalan kue basah. Modalnya Rp 1 juta. Itu ia peroleh dari menyisihkan uang belanja bulanan yang diberi suaminya.

Tiap hari, Mariana menitipkan barang dagangannya di warung-warung sekitar rumahnya. Tidak selalu habis. Seringnya malah tersisa. “Kalau sampai sore ada yang tidak laku saya bagikan kepada tukang becak, petugas kebersihan maupun tetangga,” ucapnya.

Pendapatan dari jualam kue basah tak seberapa. Namun Mariana tak patah semangat. Dia tetap mencari peluang yang lebih baik. Dari mulut ke mulut, ia kemudian mendapat informasi ada pelatihan Pahlawan Ekonomi. Tidak bayar alias gratis. Lantaran dasarnya ibu tiga anak ini suka menuntut ilmu, ia pun antusias bergabung.

“Tahun 2013, saya ikut pelatihan Pahlawan Ekonomi. Saya dapat banyak pengetahuan dan pengalaman di situ,” akunya perempuan kelahiran 6 Juli 1973, ini.

Rutin berlatih, Mariana lalu punya ide setelah Chef Muawaluyo (staf pengajar SHS) mengajari membuat bagelan. Makanan tradisional yang nyaris punah. Mariana lantas mencobanya di rumah. Pekan berikutnya ia bawa bagelan buatannya itu untuk dikonsultasikan ke Chef Muawal. “Bener, tanya Chef Muawal. Saya diberi banyak masukan,” tutur dia.

Produk bagelan itu rupanya membawa berkah. Setelah beberapa kali dijual di pasar, ada saja yang repeat order. Mariana makin yakin kalau melalui bagelan ia bisa mengembangkannya.

Setapak demi setapak, Mariana melakoni usahanya dengan sabar dan tawakal. Kadang pendapatannya bagus, tapi acap juga mengalami penurunan. Dai bagelan ia kemudian membuat varian lain, seperti serundeng, abon, sus keju, dan stik keju.

“Yang namanya bisnis ya begitu. Pernah rugi, pernah juga dibohongi orang,” aku D3 STP Satya Widya Surabaya, lantas tersenyum.

Konsistensi Mariana berbuah apresiasi. Ia kemudian mendapatkan pengharaan Pahlawan Ekonomi Award 2016 Kategori Home Industry. Setahun kemudian, ia dikukuhkan sebagai pemenang Best of The Best Category Home Industry Pahlawan Ekonomi 2017.

Raihan itu berdampak pada kelangsungan usahanya. Tahun 2018, beberapa produk Ayu Cookies menjadi langganan Kantor Sekretaris Kabiner (Seskab) Republik Indonesia di Jakarta. Awal tahun 2019 ini, difasilitasi Bank Indonesia (BI), Mariana dipertemukan dengan pengusaha asal Singapura. Setelah melihat tempat produksi di rumahnya, Jalan Purwodadi 1/67, Surabaya, pengusaha Singapura itu menyepakati kerja sama bisnis.

“Per 1 Agustus tahun ini saya akan kirim barang satu pallet ke Singapura,” ungkap dia yang kini sudah punya 40 reseller itu.

Mariana tak pernah menyangka bisnisnya bisa berkembang seperti sekarang. Dia hanya bisa menyatakan sangat bersyukur atas limpahan rezeki dari Sang Khalik.

Pun saat ditanya kunci sukses, Mariana menjawab, ”Berdoa. Itu marketing paling ampuh. Saran saya, kalau bangun pagi, ibadah dulu. Baru buka handphone. ”

Selain itu, imbuh dia, jangan lupa gencarkan bersedekah, baik lapang maupun sempit. Juga, jangan pelit berbagi ilmu. Karena hal itu tak akan membuat kita miskin. (wh)

Rintis Bisnis Bermodal Rp 1 Juta, Kini Kirim Produk Ke Singapura
foto: arya wiraraja/enciety.co