Rilis Surabaya Single Window Alfa

Rilis Surabaya Single Window Alfa

M Fikser menjelaskan masalah perizinan di Surabaya. foto: humas pemkot surabaya

Pemerintah Kota Surabaya memperkenalkan Surabaya Single Window (SSW) Alfa. Melalui SSW Alfa, semua perizinan di Surabaya dipastikan harus melalui aplikasi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Alfa meneruskan sekaligus menyempurnakan SSW yang sudah ada sebelumnya. Ia juga memastikan aplikasi ini sudah diujicobakan dan dalam waktu dekat akan segera dilaunching dan mulai Senin sudah bisa digunakan warga.

“Semua perizinan harus melalui aplikasi SSW Alfa ini, di sini sudah lengkap semuanya,” kata Eri, Sabtu (27/11/2021).

Menurut dia, dengan aplikasi ini, mengurus perizinan di Surabaya tidak perlu pindah-pindah seperti dulu lagi. Ia mencontohkan dulu kalau mau ngurus mal atau hotel, pertama harus mengajukan Amdal, lalu mengajukan izin drainase, baru setelah itu memasukkan IMB-nya, dan baru mengurus ijin pariwisatanya.
“Sekarang tidak boleh lagi seperti itu,” tegasnya.

Saat ini kalau ada investasi yang mau masuk ke Surabaya, cukup mengajukan semua persyaratannya melalui aplikasi ini dan masuknya melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya. Setelah mengajukan semua dokumen persyaratannya, lalu akan diundang untuk menjelaskan berkas-berkas yang sudah dimasukkan itu.

“Nah, saat diundang itu berbagai dinas pemkot duduk berbaris. Mulai dari Dinas Cipta Karya, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, Dinas Pariwisata, dan Dinas Perhubungan Surabaya. Di forum itu investor ini diminta menceritakan atau menjelaskan detail investasinya,” kata dia.

Apabila ada berkas yang masih kurang, dalam forum itu membuat berita acaranya. Sehingga investor harus melengkapi kekurangan. Setelah kekurangan dimasukkan ke aplikasi, tim pemkot sudah menyampaikan oke, maka akan segera keluar semua perizinannya dalam waktu yang sudah ditentukan.

“Cukup satu kali pertemuan untuk membahas secara garis besarnya. Setelah oke, baru keluar semua perizinannya. Dinas Cipta Karya mengeluarkan IMB-nya, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan mengeluarkan izin drainasenya, Dishub keluarkan izin lalin, sehingga tidak perlu ada pertemuan lagi,” tegasnya.

Eri juga mencontohkan perizinan permasalahan tanah yang biasanya ditangani Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah. Ada yang bilang kalau perizinannya lama atau izin pemakaian tanahnya lama.

“Jadi, setiap ada masalah bisa dicek di aplikasi SSW Alfa ini. Setelah dicek, ternyata pajaknya belum dibayar, bagaimana mau keluar izinnya kalau pajaknya belum dibayar,” ujarnya.

Eri memastikan, ketika ada yang mengajukan perizinan, akan diketahui prosesnya sampai dimana. Mulai dari stafnya siapa, naik ke kasi berapa hari, naik ke kabid , sekretaris , hingga ke kepala dinas. Semua ini sangat berhubungan dengan kecepatan jajaran pemkot.

“Ketika ada salah satu staf yang mbleset, hubungannya sama tunjangan kinerja. Tunjangannya bisa turun. Jadi, semuanya harus cepat berpikir. Kalau pun ada izin yang diminta lengkapi, maka alasannya harus masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan,” imbuhnya. (wh)