Ribut KPK vs Polri Mulai Berpangaruh ke Investasi

save kpk 3

Kisruh KPK vs Polri yang memanas akhir-akhir ini mulai mempengaruhi iklim investasi di tanah air. Kendati tak seberat seperti musim Pemilu Presiden lalu namun pertikaian ini berdampak. Demikian penegasan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani. “Betul berdampak. Tetapi masalah hukum itu yang terjadi sekarang ini, masih dalam koridor yang tidak terlalu mengkhawatirkan,” ujar Franky usai meluncurkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (26/1/2015).

Menurut Franky, banyak investor yang mengaku tidak terlalu pusing dengan situasi politik saat ini. Lantaran, situasi politik pada saat pemilihan presiden lebih panas ketimbang kisruh KPK vs Polri. “Para investor yang berkomunikasi dengan kami bilang begini, tensi lebih tinggi pada saat pilpres. Saya tidak tahu kadarnya seberapa tapi waktu pilpres jauh lebih tinggi untuk memutuskan apakah investasi sekarang atau tidak,” kata dia.
Pengamat Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado Joubert Maramis mengatakan masalah antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polisi Republik Indonesia (Polri) dikhawatirkan akan menimbulkan kecemasan investor untuk masuk ke Indonesia. “Masalah KPK vs Polri ini dikhawatirkan akan berdampak tidak langsung akibat persepsi yang salah dari investor luar negeri,” kata Joubert.

Joubert mengatakan, jika investor luar negeri melihat kasus KPK vs Polri adalah kasus dalam ranah penegakan hukum yang obyektif maka tidak jadi soal, namun jika dilihat sebagai “aksi balas dendam” antar kedua institusi negara maka dampaknya negatif terhadap penegakan hukum di Indonesia. Investor yang salah menilai kasus ini akan menganggap konsistensi obyektivitas hukum sangat lemah dan ini tidak baik bagi bisnis di Indonesia. “Bagaimana bisa membangun negeri ini jika institusi kuat di Indonesia saling menunjukkan gigi, aksi balas-membalas ini sangat tidak baik bagi iklim investasi di Indonesia,” ujarnya. (mrd)