RI-Jepang  Perpanjang Kerjasama Swap Bilateral

RI-Jepang Perpanjang Kerjasama Swap Bilateral

 

Indonesia menyepakati perpanjangan kerja sama bilateral swap (Bilateral Swap Arrangement/BSA) dengan Jepang. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dengan Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso, di sela-sela pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF), di Washington DC, AS, Jumat (7/10/2016).

Berdasarkan keterangan tertulis BI, kesepakatan BSA ini dimaksudkan untuk mendukung upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan di kawasan, serta melengkapi jaring pengaman sektor keuangan yang telah ada, baik di tingkat regional maupun global. Kerja sama ini mencakup  nilai sebesar USD 22,76 miliar.

“Kesepakatan untuk memperpanjang kerja sama BSA ini menunjukkan semakin kuatnya kerja sama keuangan antara kedua negara. Selain itu, kerja sama ini juga merupakan komitmen kedua otoritas untuk menjaga stabilitas keuangan regional di tengah masih terus berlangsungnya ketidakpastian di pasar keuangan global,” ujar Gubernur BI.

Kesepakatan BSA kedua negara, sebelumnya ditandatangani pada pertengahan Desember 2013. Langkah itu diambil dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian Indonesia menghadapi potensi ketidakpastian ekonomi global.

Kerja sama BSA dengan Jepang diawali pada 2003. Kala itu perjanjian baru mencakup nilai USD 3 miliar.

BSA antara Indonesia dan Jepang merupakan tindak lanjut kesepakatan Chiang Mai (Chiang Mai Initiative) antara negara-negara anggota ASEAN dengan tiga mitranya, yakni China, Jepang, serta Korea (ASEAN + 3), yang dicapai pada tahun 2000. BSA adalah sebuah fasilitas bantuan keuangan jangka pendek dalam bentuk penukaran mata uang asing (foreign exchange swap) yang bertujuan memperkuat cadangan devisa negara-negara ASEAN manakala mengalami kesulitan neraca pembayaran jangka pendek.

Fasilitas ini merupakan suplemen dari fasilitas swap yang telah ada di antara negara-negara ASEAN (ASEAN Swap Arrangement) dan bantuan keuangan yang telah disediakan oleh Dana Moneter Internasional (IMF). Saat diperlukan, berdasarkan perjanjian BSA, Bank of Japan dapat menyediakan dana sampai nilai yang disepakati kepada BI, melalui mekanisme swap antara mata uang dolar AS dan rupiah. (pr/bst)