RI Bangun Penghubung Antarkoridor Sistem Logistik Ikan Nasional

 

RI Bangun Penghubung Antarkoridor Sistem Logistik Ikan Nasional

Pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran Rp 100 miliar untuk membangun sistem logistik ikan nasional (SLIN). Program ini melibatkan sejumlah daerah seperti Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan DKI Jakarta.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Saut P. Hutagalung mengatakan pemerintah akan membangun penghubung antarkoridor. Seperti pembangunan koridor Maluku Utara-Jatim, Maluku-Jatim-Jakarta serta Sulawesi Tengah-Jatim-DKI Jakarta dan diharapkan tahun ini diimplementasikan.

“Lamongan sebagai salah satu koridor yang menghubungkan sejumlah dareah untuk membangun SLIN. Sistem koridor ini untuk menghasilkan ikan 2.200 ton perbulannya, dengan rincian Lamongan menghasilkan 400 ton ikan, Kendari 300 ton, dan Jakarta 1500 ton,” jelas dia ditemui wartawan di Hotel Grand Palace, Surabaya, Rabu (25/9/2014) malam.

Sebagai sarana pendukung, pemerintah telah membangun sekitar 54 cold storage dengan kapasitas 30-1.500 ton di Jawa, Sumatra dan Sulawesi. Sedangkan daerah Kalimantan, Kepualaun Maluku, Nusa Tenggara dan Papua telah dibangun cold storage dengan kapasitas 10.000-15.000 ton.

Cold storage ini dimaksudkan untuk penyimpanan ikan hasil tangkapan maupun budidaya, sekaligus untuk mencegah kerusakan seperti mati dan busuk. Selain itu, infrastruktur ini untuk memberi nilai tambah bagi kualitas ikan maupun nelayan,” urainya.

Pemerintah berharap pengembangan sistem logistik ikan nasional bisa menjangkau kawasan timur Indonesia lainnya, seperti Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut China Selatan, Samudera Hindia dan Pasifik. Diharapkan pada 2014-2019, melakukan percepatan guna meningkatkan lompatan produksi ikan.

Dengan wilayah yang mayoritas laut, produksi perikanan Indonesia sangat minim. Selain itu tingkat konsumsi masyarakat terhadap ikan hanya 35 kg/kapita tahun 2013. Dengan program sistem logistik ikan nasional,  selain meningkatkan produksi ikan, juga meningkatkan konsumsi hingga 38 kg/kapita tahun 2014.

Saut menambahkan nilai ekspor Indonesia disektor perikanan selalu mencatat surplus. Hasil ekspor, pada 2013 mencapai USD 4,18 miliar. “Prediksi kami, Indonesia akan menjadi kekuatan besar mendatang. Semua sedang dilakkan pembenahan supaya harga bisa stabil di nelayan maupun pedagang,” tutupnya. (wh)