RFID Pilot Project Pertamina

KEN : Triwulan Pertama 2014, Ekonomi Indonesia Terjaga

Radio Frequency Identification (RFID) adalah program uji coba PT Pertamina (Persero). Jika proyek uji coba ini berhasil, akan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rida Mulyana, memastikannya saat tampil bicara dalam Seminar Nasional Konservasi Energi, di Jakarta, Selasa (3/12/2013).

“Ada yang tanya itu program pemerintah atau bukan. Sebenarnya RFID itu pilot project-nya Pertamina,” ujarnya.

Rida mengungkapkan, pemasangan sistem tersebut diperlukan untuk mengontrol konsumsi bahan bakar minyak (BBM) setiap kendaraan dalam satu bulan. “Untuk menghindari penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi,” ucapnya.

Ia menuturkan, jika RFID berhasil diterapkan, identitas konsumen BBM bersubsidi dapat diketahui dan kuota Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pun terkontrol.

Sebelumnya, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) menyebutkan, sudah ada 53 ribu unit RFID yang terpasang di Jakarta. Alokasi RFID untuk Jakarta sendiri ditetapkan 4,5 juta unit. Nantinya akan ada 100 juta unit RFID yang akan terpasang di seluruh wilayah Indonesia. INTI menargetkan pemasangan RFID untuk wilayah Jakarta rampung akhir tahun ini.

Manajer Sosialisasi Sistem Monitoring dan Pengendalian (SMPBBM) PT INTI, Andi Nugroho menilai, kerja sama INTI dan Pertamina untuk program ini adalah Rp 17,68 per liter. Sulit untuk menyebut nilai atau biaya produksi per unit RFID karena teknologi itu merupakan kesatuan sistem. Jangka waktu kontrak kerja sama dua perusahaan pelat merah tersebut ditetapkan lima tahun. (tem/bh)