Revlon PHK 1.100 Karyawan

Revlon PHK 1.100 KaryawanProdusen kosmetik raksasa, Revlon memutuskan untuk meninggalkan pasar China. Pemilik merek kosmetik dan cat kuku Almay & Sinful itu, akan memangkas 1.100 posisi, mayoritas di Cina. Termasuk 940 penasihat kecantikan. Revlon tercatat memiliki 5.100 karyawan pada 31 Desember 2012. Langkah ini ialah bentuk restrukturisasi yang dirancang agar menghemat sekitar $ 11 juta per tahun.

Di China khususnya, operasi penjualan Revlon hanya menghasilkan 2 persen dari total penjualan perusahaan. Penjualan globalnya turun dari 1,3 persen menjadi US$ 1.02 miliar dalam sembilan bulan hingga September 2013.

Ini lebih buruk bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2012. Pendapatannya saat itu hanya turun 3,5 persen menjadi $ US166.8 juta di Asia. Meskipun begitu, saham perusahaan yang telah meningkat hampir 70 persen tahun ini, agak menurun di Bursa Efek New York .

Revlon mengharapkan bisa mengambil US$ 22 juta restrukturisasi biaya. Sekitar US$ 10 juta dari biaya itu adalah untuk pesangon karyawan dan tunjangan lainnya. Sementara sekitar US$ 12 juta terdiri dari diskon produk dan persediaan write-off.

Pasar Cina memang menggiurkan bagi berbagai merek produk kecantikan Barat. Pasar kosmetik Cina meningkat lebih dari dua kali lipat antara tahun 2008 dan 2012. Menurut Fung Group yang dikutip National Bureau of Statistics di Cina, nilainya mencapai US$ 22,8 miliar.

Hengkangnya Revlon dari pasar China lantas membawa keuntungan bagi perusahaan seperti produk kecantikan high-end lainnya. Salah satunya ialah Estee Lauder Cos, Inc. Penjualan Estee Lauder di  Asia pada kuartal terakhir naik 7 persen. Merek lainnya di luar prodk kecantikan adalah produsen tas Coach Inc dan Tiffany & Co.