Revitalisasi Pasar Tradisional Terikat Penataan Kota

Revitalisasi Pasar Tradisional Terikat Penataan Kota

Zandy Feriansyah. Rusli Yusuf, dan Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (12/10/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Keberadaan pasar tradisional tidak hanya sebagai tempat bertransaksi, tapi juga terkait penatan kota yang mempengaruhi segala aspek. Seperti kebersihan lingkungan, kesehatan, kemacetan lalu lintas, dan perekonomian masyarakat. Karena itu, untuk merevitalisasi pasar dibutuhkan sinergitas, baik pedagang, masyarakat, maupun aparatur pemerintah.

“Saat ini para pedagang tidak bisa lagi hanya berpikir pokoke payu (yang penting laku). Kita juga harus memikirkan kondisi lingkungan dan seluruh aspek terkait lain,” jelas Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (12/10/2018).

Kata Kresnayana, Pemerintah Kota harus merancang pasar di Surabaya ini dengan ikon khusus sesuai tema. Contohnya, Pasar Dupak identik dengan pasar loak atau barang bekas, Pasar Kayoon identik dengan bunga, Pasar Bratang identik dengan bibit tanaman, Pasar Genteng terkenal dengan elektronik, dan lain sebagainya.

“Lewat tema dan ikon khusus yang ada dalam setiap kawasan pasar tradisional ini, saya yakin orang pasti ingin pergi ke pasar. Hal ini juga akan menggerus statement lama mengenai pasar yang kotor dan jauh dari kesan indah. Jika pasar-pasar ini sudah punya tema sendiri-sendiri, tidak menutup kemungkinan pasar ini dapat menggaet pembeli dari kalangan anak muda,” tandas Kresnayana.

Zandy Feriansyah, Plt Direktur Teknik & Usaha dan Plt Direktur Administrasi Keuangan PD Pasar Surya, menjelaskan, penataan pasar saat ini masuk dalam penataan kawasan yang juga tergolong pada penataan tata kota. Lewat prinsip itu, ia ingin mengimbau semua pihak untuk juga ikut menata pasar.

“Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam prinsip menata pasar ini,” kata dia.

Sekarang, menurut Feri, bangunan-bangunan pasar sudah sangat modern. Namun yang perlu dibenahi adalah pola pikir masyarakat tertutama pedagang pasar. Contohnya jangan sembarangan menggelar barang dagangan karena ini juga akan merugikan masyarakat yang lain.

Rusli Yusuf, Ketua Badan Pengawas PD Pasar Surya, mengatakan dalam menata pasar, PD Pasar Surya terus berbenah. Terakhir, PD Pasar Surya menawarkan empat jabatan strategis kepada masyarakat masyarakat Surabaya yang ingin berpartisipasi dalam menata pasar. Empat jabatan strategis itu adalah Direktur Utama, Direktur Pembinaan Pedagang, Direktur Administrasi Keuangan dan Direktur Teknik dan Usaha.

“Kami tunggu masyarakat yang mau mendaftar hingga tanggal 15 oktober besok. Syaratnya, ya harus kompeten dan warga Indonesia. Untuk proses penyaringan kami punya beberapa mekanisme dan uji kompetensi dari para ahli,” ungkap dia. (wh)

Berikan komentar disini