Revitalisasi Alur Pelayaran Brata, Pelindo III Rangkul TNI AL

Revitalisasi Alur Pelayaran Brata, Pelindo III Rangkul TNI AL

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III merangkul TNI Angkatan Laut (AL) berkaitan revitalisasi Alur Pelayaran Brata Surabaya (APBS) yang djadwalkan tuntas akhir April tahun ini. Kerjasama ini tidak lepas dari integrasi kedua pihak yang memiliki kepentingan sama terhadap pelabuhan.

Kaitan dengan kerjasama ini tidak lepas dari alur pelayaran di Tanjung Perak bekas kamp militer pada Perang Dunia II. Dimana banyak ditemukana bekas perlengkapan perang yang masih tersisa, seperti bangkai kapal dan sejumlah ranjau di sekitar alur.

Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto menegaskan, kerjasama ini berkaitan dengan pembaharuan peta alur pelayaran. “Akan banyak perubahan peta di sekitar alur yang akan kita declare secara internasional. Sementara dukungan dari TNI AL sangat kita butuhkan,” jelas Edi, Rabu (9/4/2014).

Pelindo III berencana melakukan revitalisasi yang akan dilakukan oleh kontraktor asal Belanda, Van Oord Dredging and Marine Contractors BV. Penandatanganan kerjasama ini dilakukan besok (hari ini) di Mabes TNI AL di Cilangkap, Jakarta Timur.

Edi menambahkan, faktor keterbatasan alur pelayaran keluar maupun menuju pelabuhan menjadi salah satu penghambat pertumbuhan perekonomian. Sebab volume kapal mengalami pembatasan dan berdampak pada inefisiensi transportasi logistik.

Sebagaimana diketahui bahwa pengangkutan barang dan perdagangan di Indonesia saat ini masih didominasi menggunakan transportasi laut. “Saat ini kita belum bisa optimal melakukan pendalaman lantaran terhambat oleh beberapa hal diluar kemampuan teknis kita,” lanjutnya.

Belum lama ini Direktur Operasional PT Terminal Teluk Lamong juga mengungkapkan peran serta TNI AL dalam mendukung revitalisasi APBS. Disini (alur pelayaran) masih banyak ranjau militer yang masih tertanam. Kita butuh bantuan TNI AL untuk melakukan pembersihan,” jelasnya.

Pertengahan Maret silam, ditemukan tiga ranjau laut disektiar dermaga domestik Teluk Lamong. Belum lagi bangkai kapal milik Kerajaan Belanda yang masih berada disektiar alur pelayaran masih belum terangkat. Konon kapal tersrebut berisi puluhan amunisi yang sewaktu-waktu membahayakan Pelabuhan Tanjung Perak.(wh)