Revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya Paling Lambat April

Revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya Paling Lambat April

 

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III tak bisa menunda pelaksanaan revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Menurut rencana, pelaksanaan revitalisasi APBS dilakukan paling lambat April atau paling cepat bulan ini harus terlaksana.

Kepala Humas Edi Priyanto menegaskan, pihaknya selaku pemenang lelang masih menunggu konsesi dari pemerintah. Selain itu, pelaksanaan revitalisasi ini tidak terganggu dengan pelaksanaan relokasi pipa milik PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO).

“Yang kita revitalisasi nantinya pada sisi yang tidak terdapat pipa. Bisa ujung utara dahulu, atau sisi selatan,” katanya, Rabu (12/3/2014).

Dia menambahkan, sebelum pelaksanaan revitalisasi ini perlu dilakukan observasi. Langkah ini perlu dilakukan untuk mengetahui apa saja yang ada disekitar alur pelayaran tersebut. Pelindo III menegaskan cukup banyak laporan tentang bangkai kapal yang ada didalam perairan. Demikian juga dengan kabel, pipa, maupun keberadaan ranjau.

Tidak tertutup kemungkinan ranjau laut masih tertanam lantaran alur tersebut juga pernah dijadikan perang. “Seperti yang kami lakukan di Teluk Lamong sebelumnya juga menemukan ranjau dan beberapa bangkai kapal. Observasi ini penting sebelum dilaksanakannya revitalisasi,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dikantongi Pelindo III, bangkai kapal tenggelam disekitar alur terdapat 7-8 unit. Dari jumlah tersebut satu diantaranya adalah bangkai kapal milik Kerajaan Belanda yang penuh dengan amunisi.

Sementara berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, jumlah bangkai kapal di sekitar alur sekitar 25. Tetapi jumlah itu tidak mengganggu alur pelayaran, karena setiap titik telah diberi tanda navigasi.

“Observasi ini kita lakukan agar tidak mengganggu pengerjaan revitalisasi,” tegas pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah itu. Pada tahap awal revitalisasi ini memperdalam alur pelayaran hingga -13 m low water spring (LWS). Sedangkan lebar alur pada tahap awal ini menjadi 150 m. Sementara pengerjaan tahap kedua, alur diperdalam hingga -16 m LWS dengan lebar alur 200 m.(wh)