Resmi Dilepas, Tim Batharasurya ITS Target Tiga Besar di Jepang

Resmi Dilepas, Tim Batharasurya ITS Target Tiga Besar di Jepang

Pelepasan Tim Batharasurya Solar Boat ITS yang akan berlaga dalam ajang Yanagawa Solarboat Festival di Fukuoka, Jepang, Kamis (28/7/2016). Foto:humas its

Tim Batharasurya Solar Boat ITS yang akan berlaga dalam ajang Yanagawa Solarboat Festival di Fukuoka, Jepang pada 6 – 7 Agustus mendatang, secara resmi dilepas langsung oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD dengan disaksikan oleh sejumlah petinggi ITS  di aula Jurusan Teknik Perkapalan ITS, Kamis (28/7/2016).

Dalam sambutan singkatnya, Joni menegaskan pada tim bahwa perjuangan mereka bukan lagi sekedar bagi almamater Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, namun juga bagi seluruh bangsa Indonesia.

“Saya dengan sangat bangga, untuk kesekian kalinya kembali melepas salah satu tim terbaik dari ITS. Kali ini adalah Tim Batharasurya Solar Boat ITS yang akan berlaga di Yanagawa Jepang,” ujar Joni dihadapan para tamu yang hadir.

Guru Besar Teknik Lingkungan ini berharap agar capaian tim tahun ini dapat lebih baik dari pada tahun sebelumnya. Ini merupakan tahun kedua tim Batharasurya mengikuti ajang yang sama tersebut. Berbekal evaluasi dari laga tahun lalu, ditambah persiapan yang matang selama hampir satu tahun, Joni yakin bahwa kali ini ITS jauh lebih siap.

“Sekarang kita mengirim dua kapal dengan spesifikasi yang berbeda, saya sebut kapal Sura dan Baya, karena desainnya juga mirip ikon Surabaya. Selain itu lebih enak didengar daripada Triton dan Batharakala,” ucapnya bergurau menanggapi keberadaan dua kapal yang akan dibawa oleh Tim Batharasurya untuk berlaga.

Dijelaskan oleh Andhika Estiyono MT, dosen pembimbing Tim Batharasurya, kedua kapal tersebut telah dirancang secara khusus. Triton dirancang untuk dapat bergerak dengan lincah, sehingga unggul dalam kategori Slalom.

“Pada kategori ini, jarak yang harus ditempuh kapal tidak terlalu jauh, namun kapal diharuskan bergerak zig-zag untuk menghindari rintangan yang ada,” papar Dosen dari jurusan Desain Produk Industri ini.

Sedangkan Batharakala, lanjut Andhika, dirancang untuk bergerak lebih cepat dan efisien, tujuannya agar bisa unggul dalam kategori Endurance. Berbeda dengan Slalom, kata Andhika, dalam kategori ini kapal diharuskan menempuh medan sepanjang sepuluh kilometer dengan kapasitas baterai yang terbatas.