Resign setelah Kerja 5 Tahun, Perempuan Ini Sukses Bisnis Kue Kering

Resign setelah Kerja 5 Tahun, Perempuan Ini Sukses Bisnis Kue Kering

Teks: Mariyana Fitria sukses meraup jutaan rupiah dan meraih berbagai penghargaan dari jualan kue kering. foto: arya wiraraja/enciety.co

Menganggur di rumah membuat Mariyana Fitria jenuh. Dia pun mulia berpikir untuk beraktivitas yang menghasilkan pendapatan dan bisa dikerjakan di rumah. Tercetuskan ide untuk membuka usaha kuliner. Jualan kue kering.

“Alhamdulillah, saya dikaruniai suami yang baik. Dia mendukung saya untuk buka usaha kuliner tapi dengan dua syarat: harus menjaga kesehatan dan tidak boleh mengabaikan urusan anak-anak ,” paparnya.

Fitria sengaja memilih usaha jualan kue kering sekalian melanjutkan usaha ibunya. Kebetulan, sang ibu sering menerima pesanan makanan dan kue. Pelanggannya cukup banyak. Ditambah lagi bekal ilmu manajemen yang diperoleh selama kuliah di D3 STP Satya Widya Surabaya.

“Saya ini blasteran Madura dan Tionghoa. Dari remaja setelah ayah saya meninggal, saya dituntut dapat mandiri. Ibu saya berpesan agar giat cari pendapatan, namun jangan sampai lupa pendidikan. Karena dengan pendidikan saya dapat jadi orang yang sukses agar dapat beramal,” ujar Fitria

Awal memulai usaha, Fitria mendapatkan modal Rp 1 juta. Modal itu ia peroleh setelah menyisihkan gaji bulanan sang suami. Fitria yakin, yang lebih penting untuk memulai usaha bukan modal, tapi semangat untuk membangun usaha.

“Itu benar saya buktikan. Dari modal itu saya bisa kembangkan sedikit demi sedikit,” tutur perempuan berkacamata ini.

 Tahun 2015, Fitria bergabung dengan Pahlawan Ekonomi Surabaya. Dia diajak oleh Endang Mulyati, owner Crunchy Shrimp. “Saya bertemu dan akrab dengan beliau karena sering ikut pelatihan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Surabaya. Tepat waktu saya sedang ngurus perizinan usaha, dia menyarankan saya untuk ikut Pahlawan Ekonomi di Kaza City Mall,” ungkapnya.

Bagi Fitria, bergabung di Pahlawan Ekonomi bukan hanya membuka cakrawala berbisnis, tapi juga membangun jaringan. Ketrampilannya juga semakin terasah. Yang lebih penting lagi, urusan legalitas dan perizinan usahanya bisa diselesaikan Fitria tanpa biaya sepeser pun.

Usaha kuliner Fitria tapak demi tapak juga mulai menunjunkkan perkembangan siginifikan. Lewat brand Ayu Cookies, Fitria gencar memasarkan produknya baik offline maupun online.

“Nama Ayu Cookies yang itu saya comot dari huruf depan nama anak-anak saya: Aiman, Yasmine, dan Usman. Harapannya, usaha ini bisa diteruskan anak-anak saya,” ujarnya, lalu tersenyum. (bersambung ke halaman 3)

Resign setelah Kerja 5 Tahun, Perempuan Ini Sukses Bisnis Kue Kering