Rektor Undip Moderatori Debat Capres Pamungkas

 

Rektor Undip Moderatori Debat Capres Pamungkas

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Rektor Universitas Diponogoro Sudharto P.Hadi untuk memimpin jalannya debat terakhir capres-cawapres dengan tema ‘Pangan, Energi dan Lingkungan”.

“Sudah ditetapkan bersama antara KPU dan tim pasangan calon. Profesor Sudhardo P Hadi, Phd, yakni Rektor Undip sebagai moderator debat terakhir,” kata Komisioner KPU, Sigit Pamungkas, di Gedung KPU,Jakarta, Jumat (4/7/2014).

Sigit menjelaskan riwayat pendidikan Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D. Sudharto menyelesaikan sarjana pada Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Pemerintahan Undip (1979), menempuh gelar master di York University, Toronto Canada (1989), dan meraih gelar Ph.D dari University of British Columbia, Vancouver, Kanada.

Menurut komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkyansyah, Sudharto dinilai tepat untuk memoderatori jalannya debat pamungkas yang akan berlangsung di Hotel Bidakara, Sabtu (5/7/2014) pada pukul 20.30 WIB.  “Beliau adalah ahli pangan. Jadi Insya Allah terkait dengan tema pada debat kelima,”katanya. 

Lebih lanjut, Ferry menjelaskan tidak ada perubahan dalam mekanisme dan segmen pada debat besok. Debat tetap terdiri dari enam segmen yang dimulai dari pemaparan inti visi dan misi mengenai pangan, energi dan lingkungan.

Segmen kedua berisi penajaman visi dan misi tersebut. Pada segmen ketiga, kedua pasangan kandidat menjawab pertanyaan moderator. Kedua pasangan saling bertanya pada segmen keempat. Segmen kelima, dua pasangan kandidat akan mempertajam dan memperkaya proses tema yang ada. Dan segmen keenam, merupakan penutup.

“Itu segmen yang sudah fix dan sudah terinformasikan dengan baik kepada masing-masing kandidat. Mudah-mudahan untuk debat kelima ini yang jadi debat pamungkas bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan semuanya,” ujarnya.

Adapun, KPU menunjuk enam anggota yang tergabung dalam tim ahli untuk merumuskan pertanyaan debat capres-cawapres terakhir ini. Antara lain, Dekan Fakultas Ekologi Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, PhD, Pakar matematika dan sains dari Universitas Institut Teknologi Bandung Megawati Santoso, PhD, Rektor Universitas Nusa Cendana (Nusa Tenggara Timur) Prof. Fredrik Lukas Benu, Guru Besar Ketahanan Pangan Departemen Teknologi Hasil Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas (Sumatera Utara) Prof. Posman Sibuea, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Andalas Prof. Helmi, PhD dan Kepala Studi Energi Universitas Universitas Gadjah Mada Dr Deendarlianto. (rpb/ram)