REI Jatim Sumbang 16 Unit Rumah buat Warga Miskin

 

REI Jatim Sumbang 16 Unit Rumah buat Warga Miskin

DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur  menyerahkan 16 unit rumah gratis kepada warga miskin. Penyerahan bantuan tersebut akan dilaksanakan saat REI  menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Kota Batu, 17-19 Juni 2014.

“Kita akan mendonasikan rumah gratis kepada warga miskin di beberapa daerah di Jatim. Ini adalah murni sumbangan dari para pengembang anggota REI Jatim. Hingga saat ini data jumlah rumah yang akan didonasikan sebanyak 16 unit,” kata Erlangga, Selasa (17/6/2014).

Tahun ini, diakui Erlangga, penyelenggaraan Musda di-setting berbeda dengan kemasan kegiatan yang sama di tahun-tahun lalu. Bahkan mungkin yang pertama di Indonesia, yakni adanya aksi sosial yakni kepedulian para pengembang anggota REI Jatim terhadap warga miskin atau kaum dhuafa.

Dijelaskan Erlangga, 16 unit rumah tersewbut tersebar di beberapa daerah, seperti Banyuwangi, Situbondo, Madura, Jember, Gresik, Madiun, Malang, Kediri, dan beberapa daerah lain.

Dia berharap, sumbangsih dari para pengembang tersebut akan membantu warga miskin untuk memiliki rumah layak huni. Hal itu juga diharapkan bisa menginspirasi pengusaha lain untuk lebih peduli terhadap kebutuhan akan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara itu di hari pertama sebelum Musda resmi dibuka, rangkaian kegiatan itu juga akan diisi dengan pertandingan olahraga antar anggota REI Jatim, seperti futsal, bulutangkis, tenis meja, bola voli, dan sebagainya.

Selain itu, dalam musda yang rencananya akan dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo tersebut juga akan digelar seminar nasional dengan tema Property Outlook 2014, dengan narasumber di antaranya ekonom Aviliani, Deputy Menko Perekonomian, juga dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Juga digelar talkshow bertajuk “Meningkatkan Penerimaan Pajak dari Sektor Properti”. Intinya, talkshow ini diharapkan bisa membuka mata bahwa properti adalah sektor strategis yang erat kaitannya dengan pembangunan nasional. Jadi, jangan kami dibebani tugas penyediaan rumah masyarakat, namun di sisi lain diperberat dengan aturan-aturan yang kontraproduktif.(wh)